Panen dan Pascapanen Tanaman Teh (Tepat)

Cara Panen dan Pascapanen Tanaman Teh

A. Panen

Sedulurtani.com. Hasil dari pertanaman teh adalah pucuk dan daun muda, serta untuk pamanenanya dilakukan dengan cara dipetik. Tanaman teh dapat mulai dipetik setelah memasuki umur tiga tahun setelah tanam. Ada tiga bagian daun teh yang dipetik, antara lain peko, burung, dan kepel.

Dimana peko merupakan pucuk yang sudah tumbuh aktif, burung adalah pucuk yang sedang istirahat, dan kepel yaitu daun kecil yang terletak dibawah ketiak daun.

Panen dan Pascapanen Tanaman Teh
Panen dan Pascapanen Tanaman Teh

Dalam melakukan pemetikan harus dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, yaitu biasa disebut dengan sistem pemetikan. Pemetikan untuk daun yang diolah merupakan pemetikan yang dilakukanselama jangka waktu tertentu diantara pemangkasan produksi.

Terdapat tiga tingkatan pemetikan yang dikenal secara umum, yaitu petikan jedangan, petikan biasa, dan gandesan.

  • Petikan jedangan ini dilakukan pada kebun yang baru saja dilakukan pemangkasan produksi. Pemetikan ini dilakukan dengan tujuan supaya tanaman teh memiliki bidang petik yang baik. Pemetikan jedangan dilakukan setelah 2 bulan selesai dilakukan pemangkasan produksi.
  • Petikan biasa sering disebut juga dengan petikan produksi. Petikan ini dilakukan setelah petikan jedangan. Adapun teknik pemetikanya yaitu, semua tunas yang melewati bidang petik dan memenuhi rumus petik harus diambil. Sedangkan tunas yang telah melewati bidang petik tetapi belum memenuhi rumus petik dibiarkan.¬†Semua tunas yang muda dan pucuk burung harus diambil. Selanjutnya untuk tunas cabang yang menyamping tetapi tidak lebih dari bidang pangkas dibiarkan saja.
  • Petikan gandesan dilakukan dikebun yang akan dipangkas dengan memetik semua pucuk yang ada tanpa melihat rumus petik.

Adapun periode pemetikan ditentukan oleh umur dan kecepatan pembentukan tunas, ketinggian tempat, iklim, dan kesehatan tanaman.

Pada pemetikan gandesan ini dimaksudkan untuk memanfaatkan tunas-tunas muda yang ada pada pertanaman teh yang akan terbuang jika tidak dipetik karena akan dilaksanakan pemangkasan.

Pada pemanenan daun teh, dikenal adanya istilah dari daur petik. Daur petik ini adalah waktu antara petikan pertama dengan petikan selanjutnya.

Sebagai contoh daur petik tujuh hari, berarti setiap tujuh hari sekali dilakukan pemetikan daun teh. Panjang daur petikan ini ditentukan oleh kecepatan tumbuh tanaman. Oleh karena itu panjang daur petik pada kebun satu dengan kebun lainya sering kali tidak sama.

B. Pascapanen Teh

Dalam memetik teh usahakan jangan menggenggam pucuk terlalu banyak. Hasil petikan berupa pucuk tersebut ditempatkan pada keranjang bambu 10 kg yang digendong pada bagian punggung. Dimana keranjang bambu ini dapat menampung 20 kg hingga maksimal 25 kg.

Setelah pemanenan selesai dilanjutkan dengan penimbangan pucuk tersebut. Secara umum penimbangan ini dilakukan 3 sampai dengan 4 kali sehari. Pengangkutan pucuk teh dari lokasi penimbangan harus dilakukan sesegera mungkin untuk sampai pabrik.

Hal tersebut dikarenakan teh akan segera dibongkar dan dimasukan pada bak pelayuan dalam pabrik. Untuk itu sebaiknya lokasi penimbangan tidak jauh dari pabrik.

Teh tersebut dapat diolah menjadi berbagai macam, seperti teh hijau, teh hitam, maupun teh wangi.

Baca juga :

Demikian artikel tentang, Cara Panen dan Pascapanen Tanaman Teh. Semoga dapat menjadi referensi bagi Anda yang sedang mencari informasi terkait penanganan panen dan pascapanen tanaman teh.

Follow juga saya diFacebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.