Mengenal Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Kedelai

Mengenal Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Kedelai

Sedulurtani.com. Kedelai merupakan salah satu tanaman jenis polong-polongan yang menjadi bahan dasar berbagai makanan, seperti halnya kecap, tahu, dan tempe. Dimana bumbu dan lauk makan tersebut adalah menu sehari-hari mayoritas orang Indonesia. Oleh karena itu, kedelai tergolong salah satu jenis komoditi yang memliki peranan penting di Indonesia.

Tanaman kedelai berasal dari China dan telah dibudidayakan masyarakat disana sejak 2500 sebelum masehi. Seiring perkembangan perdagangan pada abad ke-19, kedelai mulai menyebar ke berbagai negara, seperti India, Jepang, Indonesia, Korea, Australia dan Amerika.

Sebelumnya kedelai dikenal dengan beberapa nama botani, yaitu Glycine soja dan Soja max. Akan tetapi pada tahun 1948 telah disepakati dengan nama ilmiah Glycine max (L.) Merill.

Untuk mengenal lebih jelas mengenai tanaman kedelai, maka pada pertemuan kali ini sedulurtani.com. ingin berbagi informasi tentang klasifikasi dan morfologi tanaman kedelai. Berikut ini adalah klasifikasi dan morfologi tanaman kedelai.

Klasifikasi dan Morfologi Kedelai
Mengenal Klasifikasi dan Morfologi Kedelai

Klasifikasi Tanaman Kedelai

KingdomPlantae
Sub KingdomViridiplantae
Infra KingdomStreptophyta
Super DivisiEmbryophyta
DivisiTracheophyta
Sub DivisiSpermatophytina
KelasMagnoliopsida
OrdoFabales
FamiliFabaceae
GenusGlycine Willd
SpesiesGlycine max. (L.) Merr.

Setelah Anda mengetahui klasifikasi dari tanaman kedelai, maka selanjutnya yaitu morfologinya. Dimana morfologi dari tanaman kedelai, meliputi morfologi akar, morfologi batang, morfologi daun, morfologi bunga dan morfologi buah. Berikut ini adalah pengenalan terkait morfologi tanaman kedelai :

Morfologi Tanaman Kedelai

1.Akar

Sistem perakaran tanaman kedelai terdiri dari akar lembaga, akar tunggang dan akar cabang yang berupa akar serabut.Akar tanaman kedelai mampu menembus kedalaman tanah hingga 1,5 m, terlebih lagi pada kondisi tanah yang subur dan gembur.

Kedelai merupakan tanaman legume, yaitu perakaranya mampu membentuk bintil-bintil akar yang merupakan koloni dari bakteri penambat nitrogen (Rizobium japanicum).

Terdapat interaksi simbiosis mutualisme antara bakteri (Rhizobium japanicum) dengan akar tanaman kedelai yang menyebabkan terbentuknya bintil akar. Bakteri Rizobium menambat nitrogen bebas dari udara yang berguna sebagai sumber unsur hara N. Sedangkan perakaranya digunakan untuk tempat tinggal sumber makanan bagi Rizoboium.

2. Batang

Tanaman kedelai memiliki batang yang tidak berkayu, berbentuk bulat, merupakan jenis batang perdu (semak), berambut atau berbulu dengan struktur bulu yang beragam. Selain itu, batang tanaman ini memiliki warna hijau dengan panjangnya bervariasi antara 30-100 cm.

Batang tanaman kedelai dapat membentuk cabang 3-6 cabang. Percabangan akan tumbuh apabila tinggi tanaman sudah mencapai kurang lebih 20 cm. Jumlah cabang yang tumbuh dalam setiap tanaman bergantung dari varietas dan juga kerapatan jarak tanam. Apabila jarak tanam rapat, maka percabangan akan tubuh sedikit, bahkan bisa tidak tumbuh cabang sama sekali.

Mengenal Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Kedelai

3. Daun

Terdapat dua fase pada daun tanaman kedelai, yaitu fase kotiledon yang tumbuh saat tanaman masih berkecambah, dan daun bertangkai 3 (trifoliate leaves) dimana daun ini tumbuh setelah masa pertumbuhan.

Ciri-ciri morfologi dari daun kedelai dibedakan menjadi dua, ada yang bulat oval dan ada juga yang lancip. Dimana bentuk tersebut dipengaruhi oleh faktor genetik. Terdapat bulu halus pada daun tanaman ini. Panjnag bulu halus dapat mencapai 1 mm dengan kerapatan bulu yang tergantung dari varietasnya.

4. Bunga

Bunga tanaman kedelai merupakan bunga sempurna yang terdiri dari, 5 helai daun mahkota, 1 helai bendera, 2 helai sayap, dan 2 helai tunas. Selain itu, terdapat juga 10 buah benang sari, dimana 9 buah diantaranya bersatu pada bagian pangkal membentuk seludang yang mengelilingi putik.

Sementara itu, benang sari yang kesepuluh terpisah pada bagian pangkal, seolah-olah menjadi penutup seludang.  Bunga  tumbuh pada bagian ketiak daun dan membentuk rangkaian bunga terdiri atas 3 sampai 15 buah bunga disetiap tangkai.

5. Buah

Buah pada tanaman kedelai disebut juga dengan polong. Pada setiap tanaman kedelai dapat menghasilkan buah/ polong sekitar 100-250 buah.

Polong pada tanaman kedelai memiliki warna kuning kecoklatan dengan bagian permukaan yang  berbulu halus ada yang rapat dan jarang tergantung varietasnya. Selama proses pematangan polonng sebelumnya berwarna hijua dan akan berubah menjadi kehitaman seiring buah menjadi masak.

Mengenal Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Kedelai

Dengan demikian dapat disimpulkan  bahwa klasifikasi dan morfologi dari tanaman kedelai merupakan ilmu pengenalan tentang penempatan dan ciri-ciri dari tanaman kedelai.

Dimana klasifikasi tanaman kedelai telah disajikan pada tabel di atasyang merupakan penempatan organisme secara berurutan pada kelompok tertentu (takson) yang didasarkan oleh persamaan dan perbedaan.

Sementara itu, untuk morfologi dari tanaman kedelai, meliputi morfologi akar, morfologi batang, morfologi daun, morfologi bunga dan morfologi buah, seperti yang telah diterangkan pada artikel di atas.

Baca juga :

Demikian artikel tentang, Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Kedelai. Semoga dapat menjadi refrensi pembelajaran bagi Anda dan terima kasih telah berkunjung.

Follow Facebook sedulurtani.com, untuk mendapatkan informasi terbaru terkait pertanian dan pendidikan dengan cara Klik disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.