Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Temulawak (Lengkap)

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Temulawak (Lengkap)

Sedulurtani.com. Tentu Anda sudah tidak asing lagi dengan tanaman temulawak, dimana tanaman ini merupakan tanaman asli Indonesia yang banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Selain itu, temulawak dapat dimanfaatkan sebagai makanan dan minuman, pewarna, dan juga kosmetik.

Temulawak atau disebut dengan nama latin Curcuma Zenthorrhiza Roxb. ini merupakan tanaman yang banyak dibudidayakan atau tumbuh secara liar di pekarangan rumah, dan kebanyakan dibawah naungan hutan jati.

Tanaman temulawak dapat tumbuh dengan baik pada dataran rendah hingga dataran tinggi. Tanaman temulawak akan tumbuh dengan optimala pada daerah yang terbuka dan terkena sinar matahari secara langsung.

Untuk mengenal lebih jelas mengenai tanaman temulawak, maka pada pertemuan kali ini sedulurtani.com ingin berbagi informasi tentang klasifikasi dan morfologi dari tanaman temulawak.

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Temulawak (Lengkap)
Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Temulawak (Lengkap)

Berikut ini adalah klasifikasi dan morfologi dari tanaman temulawak :

Klasifikasi Tanaman Temulawak

DivisiSpermatophyta
Sub DevisiAngiospermae
KelasMenocotyledoneae
OrdoZingiberales
FamiliZingiberaceae
GenusCurcuma
SpesiesCurcuma Zenthorrhiza Roxb.

Setelah Anda mengetahui klasifikasi dari tanaman temulawak, maka selanjutnya yaitu morfologinya. Dimana morfologi dari tanaman temulawak, meliputi morfologi akar dan rimpang, morfologi batang, morfologi daun, dan morfologi bunga. Berikut ini adalah morfologi dari tanaman temulawak :

Morfologi Temulawak

1. Akar dan Rimpang

Tanaman temulawak memiliki sistem perakaran serabut. Akar temulawak memiliki panjang berkisar 25 cm dengan bentuk yang tidak beraturan. Akar-akarnya melekat dan keluar dari rimpang induk.

Dimana rimpang induk ini memliki bentuk bulat atau oval, dan pada bagian samping terbentuk 3-4 rimpang cabang yang memanjang. Tanaman temulawak memiliki rimpang yang ukuranya besar dan bercabang-cabang dengan warna kulit rimpang coklat kemerahan.

2. Batang 
Tanaman temulawak termasuk jenis tanaman tahunan yang tumbuh secara merumpun. Dimana batang tanaman ini merupakan batang semu, yang terdiri atas gabungan beberapa pangkal daun yang terpadu.

Secara umum tinggi tanaman ini dapat mencapai 1 meter dengan batang berwarna hijau atau kecoklatan. Tiap rumpun tanaman terdiri dari beberapa tanaman (anakan), kemudian tiap tanaman memiliki 2 hingga 9 helai daun.

3. Daun

Tanaman temulawak memiliki daun berbentuk memanjang dan agak lebar sampai lanset. Daun ini memiliki panjang berkisar 50-55 cm dan lebar sekitar 15 cm. Daun berwarna hijau tua dan seluruh ibu tulang daun bergaris coklat keunguan.

Pada setiap helai daunnya melekat pada bagian tangkai daun, dengan posisi saling menutupi secara teratur.

4. Bunga

Bunga tanaman temulawak memiliki tangkai bunga yang cukup ramping dengan tipe perbungaan lateral yang keluar dari rimpangnya dan membentuk rangkaian bulir

Bunga tanaman ini berbentuk bulat telur dan mempunyai daun pelindung yang berukuran besar dan berjumlah banyak. Secara umum bunga ini berwarna kuning dan kelopaknya kuning tua, dan bagian pangkal bunga berwarna ungu.

Panjang tangkai bunganya ini lebih dari 3 cm dan rangkaian bunga (inflorescentia) mencapai 1,5 cm. Sementara itu, pada satu ketiak terdiri dari 3-4 bunga.

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Temulawak (Lengkap)

Dengan demikian dapat disimpulkan  bahwa klasifikasi dan morfologi dari tanaman temulawak merupakan ilmu pengenalan tentang penempatan dan ciri-ciri dari tanaman temulawak.

Dimana klasifikasi tanaman temulawak telah disajikan pada tabel di atasyang merupakan penempatan organisme secara berurutan pada kelompok tertentu (takson) yang didasarkan oleh persamaan dan perbedaan.

Sementara itu, untuk morfologi dari tanaman temulawak, meliputi morfologi akar dan rimpang, morfologi batang, morfologi daun, dan morfologi bunga, seperti yang telah diterangkan pada artikel di atas.

Baca juga :

Demikian artikel tentang, Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Temulawak. Semoga dapat menjadi refrensi pembelajaran bagi Anda.

Follow juga saya diFacebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.