Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Tembakau (Lengkap)

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Tembakau (Lengkap)

KLasifikasi Tembakau
KLasifikasi Tembakau

Sedulurtani.com. Tembakau merupakan produk pertanian yang diproses dari daun tanaman untuk dijadikan bahan baku pembuatan rokok. Di Indonesia tembakau yang kualitasnya baik hanya dihasilkan di daerah-daerah tertentu. Kualitas tersebut ditentukan dari lokasi tanam dan pengolahanya, sehingga membuat hanya beberapa tempat saja yang memiliki kesesuaian kualitas terbaik.

Tanaman tembakau diduga berasal dari Amerika Utara dan Amerika Selatan. Sementara itu, pengembangan tembakau di Pulau Pawa dimulai sejak abad ke-17 yang dibawa oleh orang Portugis.

Tembakau merupakan tanaman yang tergolong banyak disukai oleh masyarakat. Oleh karena itu, pada abad ke- 18 tembakau menjadi bahan perdagangan terpenting di Asia sesudah produksi beras.

Tanaman yang digunakan sebagai bahan baku rokok ini memliki kandungan zat alkaloid nikotin, yaitu sejenis racun syaraf yang ampuh untuk bahan insektisida.

Untuk mengenal lebih jelas mengenai tanaman tembakau, maka pada pertemuan kali ini sedulurtani.com ingin berbagi informasi tentang klasifikasi dan morfologi dari tanaman tembakau.

Berikut ini adalah klasifikasi dan morfologi tanaman tembakau :

Klasifikasi Tanaman Tembakau

KingdomPlantae
Sub KingdomViridiplantae
Infra KingdomStreptophyta
Super DivisiEmbryophyta
DivisiTracheophyta
Sub DivisiSpermatophytina
KelasMagnoliopsida
Super OrdoAsteranae
OrdoSolanales
FamiliSolanaceae
GenusNicotiana L.
SpesiesNicotiana tabacum L.

Setelah Anda mengetahui klasifikasi dari tanaman tembakau, maka selanjutnya yaitu morfologinya. Dimana morfologi dari tanaman tembakau, meliputi morfologi akar, morfologi daun, morfologi batang, morfologi bunga, dan morfologi buah dan biji. Berikut ini adalah morfologi dari tanaman tembakau :

Morfologi Tanaman Tembakau

1. Morfologi Akar

Tanaman tembakau mempunyai sistem perakaran tunggang dengan panjang sekitar 50-70 cm. Selain itu, terdapat juga akar serabut yang tumbuh secara horizontal. Apabila kondisi tanah tanah mendukung, maka akar serabut dapat tumbuh sampai kedalaman kurang lebih 40 cm dalam waktu 5 minggu.

Akar tanaman tembakau merupakan tempat sintesis nikotin sebelum diangkut melalui pembuluh kayu menuju daun.

2. Morfologi Batang

Tanaman tembakau memiliki bentuk batang yang bulat lonjong atau bulat tergantung dari varietasnya. Batang tembakau berdiri tegak dengan warna hijau dan berbulu. Batang memliki struktur yang agak lunak dengan diamter sekitar 5 cm.

Pada setiap ruas batang selain ditumbuhi daun juga ditumbuhi tunas ketiak daun.  Di setiap ketiak daun tersebut terdapat titik-titik tumbuh cabang yang dorman. Apabila batang tersebut dipangkas, maka titik tumbuh akan bertunas sebagai sirung. Dimana sirung tersbut akan bercabang dan berkembang, sehingga dapat menghambat pertumbuhan tanaman.

3. Morfologi Daun

 Tanaman tembakau memiliki daun yang bersifat tunggal, bertangkai atau duduk dibatang dan tersusun secara spiral. Jumlah daun sekitar 18-25 lembar dengan panjang yang bervariasi, antara 30-43cm dan lebar 16-27 cm. Secara umum daun tembakau berwarna hijau kekuningan.

Karakter secara kualitatif yang dapat digunakan untuk pembeda, yaitu bentuknya, permukaan, tepi, dan ujung daun.

Bentuk daun tanaman tembakau bermaam-macam tergantung dari varietasnya. Bentuk daun tanaman tembakau yang digunakan sebagai rokok terbagi menjadi dua, yaitu oval dan bulat. Sedangkan bentuk daun tanaman tembakau yang digunakan sebagai susur, yaitu seperti jantung.

4. Morfologi Bunga

Bunga tembakau merupakan bunga majemuk berbentuk malai dengan karangan bunga berbentuk piramidal, dan terletak di ujung tanaman. Bunga ini menyerupai terompet dengan warna merah jambu sampai merah tua pada bagian atas. Bunga tembakau terdiri dari kelopak, mahkota bunga, benang sari, dan putik.

Kelopak tersebut berlekuk dan mempunyai lima buah pancung. Secara umum, satu buah bunga memiliki lima benang sari yang melekat di mahkota. Bakal buah mempunyai dua buah ruang yang membesar dan terletak di atas dasar bunga. Sementara itu, kepala putik terletak pada tabung bunga berdekatan dengan benang sari.

5. Morfologi Buah dan Biji

Tambakau memiliki buah berbentuk seperti telur ayam dengan panjang 1,5-2 cm. Saat buah masih muda berwarna hijau, kemudian setelah masak berubah menjadi coklat. Tingkat kemasakan buah per individunya tidak serempak. Oleh karena itu, panen buah untuk benih dilakukan secra serempak setelah 75% buah masak.

Bakal buah tembakau terletak diatas dasar bunga dan terdiri dari dua ruang. Pada tiap ruang-ruang tersebut berisi biji yang cukup banyak. Biji ini memiliki warna coklat tua, dan pada umumnya setiap tanaman akan menghasilkan 6-7 g benih.

Dengan demikian dapat disimpulkan  bahwa klasifikasi dan morfologi dari tanaman tembakau merupakan ilmu pengenalan tentang penempatan dan ciri-ciri dari tanaman tembakau. Dimana klasifikasi tanaman tembakau telah disajikan pada tabel di atasyang merupakan penempatan organisme secara berurutan pada kelompok tertentu (takson) yang didasarkan oleh persamaan dan perbedaan.

Sementara itu, untuk morfologi dari tanaman tembakau, meliputi morfologi akar, morfologi batang, morfologi daun, morfologi bunga, dan morfologi buah dan biji, seperti yang telah diterangkan di atas.

Demikian artikel tentang, klasifikasi dan morfologi dari tanaman tembakau. Semoga bermanfaat bagi Anda.

Baca juga :

Follow saya diFacebook.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.