Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Pinus (Lengkap)

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Pinus

Sedulurtani.com. Pada dasarnya kata ‘pinus’, yaitu kata untuk merujuk pada famili tumbuhan, akan tetapi kebanyakan dari orang Indonesia sering menggunakan kata pinus untuk menyebut tanaman pinus merkusii. Oleh karena itu, dalam pembahasan kali ini yang dimaksud kata pinus adalah sebutan untuk tanaman pinus merkusii.

Pinus atau yang disebut dengan nama laitin Pinus merkusii Jungh. & Vriese ex Vriese, merupakan tanaman perdu dengan tinggi antara 10-40 m.

Pada batang tanaman terdapat saluran getah, dimana arah saluran getah ada yang vertikal dan horizontal.

Saluran getah tersebut terbentuk secara lisigen, sizogen, maupun sizoligen.
Pohon pinus yang disadap getahnya adalah pohon yang pada waktu mendatang dijarangi atau ditebang, yaitu sejak tanaman berumur 10 tahun sampai pada daur tebangan atau umur penjarangan.

Sementara itu, tanaman ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan furniture, sumpit, korek api, dan lain sebagainya.

Untuk mengenal lebih jelas mengenai tanaman pinus, maka pada pertemuan kali ini sedulurtani.com ingin berbagi informasi tentang klasifikasi dan morfologi tanaman pinus secara lengkap.

Klasifikasi dan morfologi pinus
Klasifikasi dan morfologi pinus
Berikut ini klasifikasi dan morfologi tanaman pinus :

Klasifikasi Tanaman Pinus

KingdomPlantae
Sub KingdomViridiplantae
Infra KingdomStreptophyta
Super DivisiEmbryophyta
DivisiTracheophyta
Sub DivisiSpermatophytina
KelasPinopsida
Sub KelasPinidae
OrdoPinales
FamiliPinaceae
GenusPinus L.
SpesiesPinus merkusii Jungh. & Vriese ex Vriese

Setelah Anda mengetahui klasifikasi dari tanaman pinus, maka selanjutnya yaitu morfologinya. Dimana morfologi dari tanaman pinus, meliputi morfoloogi akar, batang, daun, bunga, buah, dan biji. Berikut ini adalah morfologi dari tanaman pinus :

Morfologi Tanaman Pinus

1. Morfologi Akar

Akar pada tanaman pinus merupakan akar tunggang (radix primaria). Akar ini bercabang – cabang. Dengan struktur yang kuat, mencengkeram tanah, dan berwarna cokelat. Terdapat akar lembaga yang akan terus tumbuh menjadi akar pokok yang bercabang – cabang dan menjadi akar – akar yang lebih kecil.

Dengan demikian akan membuat perakaran menjadi luas, sehingga jangkauan penyerapan air dan unsur hara juga semakin luas.

2. Morfologi Batang

Pohon pinus memiliki batang kayu yang keras dengan bentuk batang dari bawah besar dan semakin keatas semakin mengecil terlihat seperti limas memanjang.

Pohon pinus ini jika dilihat dari kejauhan akan tampak seperti kerucut atau lima segitiga yang memanjang.

Batang tanaman pinus berbentuk bulat, memiliki tajuk pohon muda menyerupai piramida, akan tetapi  ketika sudah tua menjadi lebih menyebar dan rata. Arah pertumbuhan tanaman tegak lurus ke atas (erectus).

Pohon pinus memiliki permukaan batang yang retak – retak dengan warna kecoklatan. Percabangan batangnya bersifat monopodial, yaitu batang pokok (utama) tampak lebih jelas dan pertumbuhannya lebih cepat daripada batang bagian cabang – cabangnya.

3. Morfologi Daun

Daun tanaman pinus merupakan daun majemuk atau disebut juga (folium compositum). Pada daun tanaman pinus ini tidak ada bagian terlebar, karena mulai dari pangkal hingga ujung berukuran hampir sama. Sedangkan panjang daun ini berkisa 10-20 cm dan pada bagian pangkal daun pinus diselubungi sisik berupa selaput yang tipis.

Daun Pinus memiliki ujung daun yang berbentuk meruncing,  pangkal daun yang rompang/ rata, dan juga memiliki tepi daun berbentuk rata. Selain itu juga terdapat ranting daun yang berukuran pendek dan berbentuk seperti jarum.

4. Morfologi Bunga

Tanaman pinus merkusii tergolong tanaman berumah satu (monoecus unisexsualis). Bunga tanaman ini terbagi menjadi dua, yaitu bunga jantan dan bunga betina. Bunga jantan memiliki bentuk silindris dengan panjang sekitar 2-4 cm.

Sedangkan bunga betina tanaman ini berbentuk kerucut, runcing pada bagian ujung, bersisik, dan berwarna cokelat. Selain itu, pada setiap bakal biji terdapat sayap dan terletak di sepertiga bagian atas tajuk, terutama di ujung dahan.

Secara umum bunga tanaman pinus memiliki warna kuning ketika muda dan berwarna kecoklatan ketika bunga sudah tua.

5. Morfologi Buah

Tanaman pinus memiliki buah berbentuk kerucut, akan tetapi ada juga yang silindris. Buah mempunyai panjang antara 5-10 cm dan lebar 2-4 cm. Secara umum buah tanaman ini berwarna coklat dan tidak dapat untuk dikonsumsi.

6. Morfologi BIji

Pinus memiliki biji yang berbentuk pipih atau bulat telur, dan dilengkapi dengan sayap yang dihasilkan pada setiap dasar bunga atau dari sisik buah. Pada setiap sisik buah menghasilkan dua biji, dan pada umumnya biji pinus berwarna putih kekuningan.

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Pinus

Dengan demikian dapat disimpulkan  bahwa klasifikasi dan morfologi dari tanaman pinus merupakan ilmu pengenalan tentang penempatan dan ciri-ciri dari tanaman pinus. Dimana klasifikasi tanaman pinus telah disajikan pada tabel di atasyang merupakan penempatan organisme secara berurutan pada kelompok tertentu (takson) yang didasarkan oleh persamaan dan perbedaan.

Sementara itu, untuk morfologi dari tanaman pinus, meliputi morfologi akar, morfologi batang, morfologi daun, morfologi bunga, dan morfologi buah dan biji, seperti yang telah diterangkan di atas.

Demikian artikel tentang klasifikasi dan morfologi dari tanaman pinus, semoga dapat menjadi referensi bagi Anda.

Baca juga :

Follow saya diFacebook.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.