Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Mahoni (Swietenia macrophylla King)

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Mahoni (Swietenia macrophylla King)

Sedulurtani.com. Mahoni merupakan tanaman pohon yang tumbuh di daerah topis dan banyak ditemukan pada hutan jati atau daerah dekat pantai. Tanaman mahoni dapat tumbuh subur pada derah pasir payau dekat dengan pantai.

Tanaman pohon ini termasuk dalam famili Meliaceae dengan ordo Spaindales yang merupakan tanaman tahunan dengan tinggi sekitar 5-25 m, berakar tunggang, berbatang bulat, bercabang banyak, dan bergetah kental. Getah tanaman mahoni atau biasa disebut juga dengan  blendok ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan lem.

Tanaman mahoni menyukai tempat-tempat yang cukup dengan sinar matahari secara langsung, dan mampu hidup pada tanah yang gersang. Oleh karena itu, maka tak heran apabila tanaman ini mampu bertahan hidup walapun tidak disirami air selama berbulan-bulan.

Untuk mengenal lebih jelas tentang tanaman mahoni, maka pada pertemuan kali ini Sedulurtani.com. ingin berbagi informasi tentang klasifikasi dan morfologi dari tanaman mahoni.

Berikut ini adalah klasifikasi dan morfologi tanaman mahoni :
Klasifikasi Mahoni
Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Mahoni

Klasifikasi Tanaman Mahoni

KingdomPlantae
Sub KingdomViridiplantae
Infra KingdomStreptophyta
Super DivisiEmbryophyta
DivisiTracheophyta
Sub DivisiSpermatophytina
KelasMagnoliopsida
Super OrdoRosanae
OrdoSapindales
FamiliMeliaceae
GenusSwietenia Jacq.
SpesiesSwietenia macrophylla King

Setelah Anda mengetahui klasifikasi dari tanaman mahoni, maka selanjutnya yaitu morfologinya. Dimana morfologi dari tanaman mahoni, meliputi morfologi akar, morfologi daun, morfologi batang, morfologi bunga, dan morfologi buah dan biji. Berikut ini adalah morfologi dari tanaman pohon mahoni :

Morfologi Tanaman Mahoni

1. Morfologi Akar

Tanaman mahoni memiliki sistem perakaran tunggang yang berbentuk kerucut, panjang, dan tumbuh lurus ke bawah. Akar tersebut bercabang-cabang banyak, dan cabang- cabang tersebut muncul  cabang lagi yang baru, sehingga akan memberikan kekuatan yang besar dalam menopang berdirinya tanaman. Selain itu, di daerah perakaran juga menjadi lebih luas, hingga dapat menyerap air dan zat-zat makanan yang lebih banyak. Akar tanaman mahoni berbentuk seperti akar banir, akan tetapi berukuran lebih besar dan menggembung.

2. Morfologi Batang

Mahoni memiliki batang berbentuk silindiris dan tidak berbanir. Tanaman ini memiliki cabang banyak dan kayunya bergetah. Arah pertumbuhan tanaman mahoni adalah tegak lurus ke atas (erectus). Kulitluar berwarna cokelat kehitaman, beralur dangkal menyerupai sisik. Sedangkan kulit batang tanaman berwarna abu-abu dan halus saat masih muda. Kemudian kulit tersebut akan berubah menjadi cokelat tua, beralur, dan mengelupas setelah tanaman tua.

3. Morfologi Daun

Daun tanaman mahoni merupakan daun majemuk menyirip genap dengan helaian daun berbentuk bulat oval. Pada bagian ujung dan pangkal daun berbentuk runcing dan pada bagian tulang daun menyirip.

Daun mahoni yang masih muda memiliki warna merah, kemudian akan berubah menjadi hijau setelah daun tua. Daun tanaman ini memiliki panjang berkisar 35-50 cm.

4. Morfologi Bunga

Bunga mahoni merupakan bunga majemuk yang tersusun dalam karangan dan muncul pada ketiak daun. Bunga berwarna puting, malai bercabang, dan panjanganya sekitar 10-20 cm.

Mahkota bunga berbentuk silindiris dengan warna kuning kecoklatan, dan pada bagian mahkota tersebut terdapa benang sari yang melekat. Tanaman mahoni baru akan berbunga ketika tanaman berumur 7 tahun.

5. Morfologi Buah dan Biji

Tanaman mahoni memiliki buah berbentuk bulat telur, berlekuk lima dan berwarna coklat. Pada bagian luar  buah terdapat kulit yang keras dengan ketabalan 5-7 mm. Sedangkan bagian tengah juga berstruktur keras seperti kayu dan berbentuk menyerupai kolom dengan 5 sudut yang memanjang menuju ujung.

Buah tersebut akan pecah setelah buah matang atau kering. Pada bagian dalam buah terdapat biji berbentuk pipih, dan berwarna coklat kehitaman. Biji menempel pada kolema melalui sayapnya. Setiap satu buah mahoni terdapat 35-45 biji. Biji mahoni memiliki rasa pahit dan bisa dimanfaatkan sebagai obat.

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Mahoni

Dengan demikian dapat disimpulkan  bahwa klasifikasi dan morfologi dari tanaman mahoni  merupakan ilmu pengenalan tentang penempatan dan ciri-ciri dari tanaman mahoni. Dimana klasifikasi tanaman mahoni telah disajikan pada tabel di atasyang merupakan penempatan organisme secara berurutan pada kelompok tertentu (takson) yang didasarkan oleh persamaan dan perbedaan.

Sementara itu, untuk morfologi dari tanaman mahoni, meliputi morfologi akar, morfologi batang, morfologi daun, morfologi bunga, dan morfologi buah dan biji, seperti yang telah diterangkan di atas.

Demikian artikel tentang, klasifikasi dan morfologi dari tanaman mahoni. Semoga dapat menjadi referensi bagi Anda.

Baca juga :

Follow saya diFacebook.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.