Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Kubis (Kol)

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Kubis (Kol)

Sedulurtani.com. Kubis atau disebut juga Brassica oleracea merupakan salah satu sayuran utama di dataran tinggi dan cukup penting disamping tomat dan kentang. Kubis adalah sayuran yang banyak diminati oleh masyarakat. Dimana sayuran ini dapat diolah menjadi sop, campuran berbagai masakan, ataupun sebagai lalapan.

Klasifikasi tanaman kubis
Klasifikasi tanaman kubis

Sebelum dibudidayakan dan digunakan sebagai bahan makanan, tanaman kubis dimanfaatkan sebagai obat nyeri otot, diare, hilang pendengaran, dan sakit kepala. Tidak hanya itu, jus kobis juga dapat dimanfaatkan sebagai pengobatan keracunan jamur.

Untuk mengenal lebih jelas mengenai tanaman kubis, maka pada pertemuan kali ini sedulurtani.com ingin berbagi informasi tentang klasifikasi dan morfologi tanaman kubis (kol).

Berikut ini adalah klasifikasi dan morfologi tanaman kol :

Klasifikasi Tanaman Kubis (Kol)

KingdomPlantae
DevisiSpermatophyta
Sub DivisiAngiospermae
KelasDicotyledonae
OrdoPapavorales
FamiliCruciferae
GenusBrassica
SpesiesBrassica oleracea L.

Setelah Anda mengetahui klasifikasi dari tanaman kubis, maka selanjutnya yaitu morfologinya. Morfologi tanaman kol, meliputi morfologi akar, morfologi batang, morfologi daun, morfologi bunga, dan morfologi buah.

Berikut ini adalah morfologi dari tanaman kol :

Morfologi Tanaman Kubis (Kol)

1. Morfologi Akar

Tanaman kubis memiliki akar tunggang danakar serabut. Dimana akar tunggang tumbuh kedalam, sedangkan akar serabut tumbuh kesamping (horizontal) menyebar dengan panjang sekitar 20-30 cm. Dengan perakaran yang dangkal tanaman kubis dapat tumbuh dengan baik apabila ditanam pada tanah yang sesuai dengan syarat tumbuhnya, yaitu subur, poros, dan gembur.

2. Morfologi Daun

Daun kubis bunga berbentuk bulat telur dengan bagian tepi daun yang bergerigi. Daun kubis bunga memiliki ukran yang lebar dan strukturnya lunak. Daun yang muncul lebih dahulu  menutup daun yang muncul kemudian, sehingga akan membentuk krop seperti telur. Daun tersebut berwarna hijau dan tumbuh berselang seling pada batang tanaman.

3. Morfologi Batang

Kubis bunga memiliki batang yang tumbuh tegak dan pendek kurang lebih sekitar 30 cm. Batang tanaman tersebut tebal dan lunak namun cukup kuat. Batang tanaman berwarna hijau dan tidak bercabang.

Batang tanaman kubis bunga terasa halus dan tidak berambut, serta tidak begitu tampak jelas karena tertutup oleh daun-daun.

4. Morfologi Bunga

Bunga pada kubis bunga merupakan bagian yang paling penting dari tanaman, karena bagian ini yang dikonsumsi dengan kandungan gizi yang cukup tinggi.

Apabila dibiarkan tumbuh secara terus menerus, maka bunga tersebut akan memanjang menjadi tangkai bunga yang penuh dengan kuntum bunga.

Setiap bunga memiliki empat helai daun kelopak, empat helai daun mahkota, dan juga enam helai benang sari. Kubis bunga memilki tangkai bunga yang berwarna hijau muda hingga hijau tua.

5. Morfologi Buah

Kubis bunga dapat menghasilakan buah dengan banyak biji. Buah ini dihasilkan dari penyerbuakan sendiri ataupun silang dari bantuan serangga seperti halnya lebah madu.

Buah kubis berbentuk seperti polong dengan ukuran kecil dan ramping. Panjang buah tesebut sekitar 3 cm- 5 cm. Pada bagian dalam buah terdapat biji-biji dengan ukuran yang kecil dan berwarna coklat kehitaman. Biji-biji tersebut lah yang akan digunakan sebagai benih.

Dengan demikian dapat disimpulkan  bahwa klasifikasi dan morfologi dari tanaman kubis merupakan ilmu pengenalan tentang penempatan dan ciri-ciri tanaman kubis. Dimana klasifikasi kubis telah disajikan pada tabel di atasyang merupakan penempatan organisme secara berurutan pada kelompok tertentu (takson) yang didasarkan oleh persamaan dan perbedaan.

Sementara itu, untuk morfologi dari tanaman kubis terbagi menjadi lima, antara lain morfologi akar, morfologi batang, morfologi daun, morfologi bunga, dan morfologi buah seperti yang telah diterangkan di atas.

Demikian artikel tentang, klasifikasi dan morfologi dari tanaman kubis. Semoga dapat menjadi referensi bagi Anda.

Baca juga :

Follow saya diFacebook.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.