Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Kelapa Sawit

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Kelapa Sawit

Sedulurtani.com. Mengenal klasifikasi dan morfologi tanaman kelapa sawit merupakan salah satu contoh pelajaran mendasar dalam budidaya tanaman perkebunan. Dimana kelapa sawit adalah komoditas perkebunan dengan lahan terluas dan produksi tertinggi di Indonesia. Oleh karena itu, maka tak heran apabila kelapa sawit diposisikan sebagai salah satu komoditas ekspor yang menjanjikan, sehingga cukup penting untuk dikenal dan dipelajari.

Klasifikasi dan Morfologi Kelapa Sawit
Klasifikasi dan Morfologi Kelapa Sawit

Tanaman kelapa sawit atau dikenal dengan nama latin Elaeis guineensis Jack. merupakan tanaman multiguna yang berasal dari Nigeria, Afrika Barat. Akan tetapi ada sebagian pakar yang berpendapat bahwa tanaman ini berasal dari Brazil karena lebih banyak ditemukan spesiesnya jika dibandingakn dengan daerah lainya.

Untuk mengenal lebih jelas mengenai tanaman kelapa sawit, pada kesempatan kali ini sedulurtani.com telah menyajikan informasi tentang klasifikasi dan morfologi dari tanaman kelapa sawit.

Berikut ini adalah klasifikasi dan morfologi tanaman kelapa sawit :

Klasifikasi Tanaman Kelapa Sawit

KingdomPlantae
Infra KingdomStreptophyta
Sub KingdomViridiplantae
DivisiTracheophyta
Super DivisiEmbryophyta
Sub DivisiSpermatophytina
OrdoArecales
KelasMagnoliopsida
GenusElaeis Jacq
FamiliArecaceae
SpesiesElaeis guineensis Jacq

Setelah Anda mengetahui klasifikasi dari tanaman kelapa sawit, maka selanjutnya yaitu morfologinya. Dimana morfologi dari tanaman kelapa sawit terbagi menjadi lima, antara lain morfologi akar, daun, batang, bunga, dan buah. Berikut ini adalah morfologi dari tanaman kelapa sawit :

Morfologi Tanaman Kelapa Sawit

1. Morfologi akar kelapa sawit

Tanaman kelapa sawit memiliki sistem perakaran serabut yang mengarah ke bawah (geotropis) dan samping. Selain itu, ada akar respirasi (pernafasan) yang tumbuhnya mengarah ke samping atas.

Akar tanaman kelapa sawit memiliki ujung yang runcing, berwarna putih atau kekuningan. Akar tersebut dapat menopang tanaman hingga berusia 25 tahun.

2. Morfologi batang kelapa sawit

Tanaman kelapa sawit memliki batang jenis tunggal tidak memiliki cabang dengan tinggi berkisar 15-18 meter. Batang kelapa sawit tidak berkambium dan berukuran sekitar 25-75 cm.

 Pada batang tanaman yang masih muda tidak terlihat karena tertutup oleh pelepah daun. Sisa pelepah daun tersebut biasanya akan terlepas setelah berumur lebih dari 10 tahun. Dan pertambahan tinggi batang tersebut akan terlihat jelas setelah tanaman berumur 4 tahun. Sementara itu, unutk laju pertumbuhan batang tanaman kelapa sawit dipengaruhi oleh faktor genetik dan ekologis.

3. Morfologi daun kelapa sawit

Daun kelapa sawit membentuk susunan majemuk, bersirip genap, dan bertulang sejajar. Daun kelapa sawit berwarna hijau tua dan pelepahnya sedikit lebih muda. Daun-daun ini membentuk satu pelepah yang panjangnya mencapai lebih dari 7,5-9 m.

Secara umum tanaman ini memiliki 40-55 daun.Tanaman kelapa sawit yang masih muda dapat membentuk 3-4 daun per bulan, sedangkan tanaman yang sudah tua hanya dapat membentuk 2-3 daun per bulan.

Produksi daun akan meningkat hingga tanaman berumur 6-7 tahun, kemudian akan semakin menurun ketika tanaman berumur 12 tahun.

4. Morfologi bunga kelapa sawit

Kelapa sawit merupakan tanaman berumah satu (monoecious). Dalam arti bunga jantan dan bunga betina terdapat dalam tanaman dan masing-masing terangkai dalam satu tandan.

Rangkaian bunga jantan terpisah dengan bunga betina. Dimana bunga jantan memiliki bentuk lonjong memanjang dengan ujung kelopak agak meruncing dengan garis tengah bunga lebih kecil. Sementara itu, bunga betina memiliki bentuk agak bulat dengan ujung kelopak agak rata dan garis tengah lebih besar.

5. Morfologi buah kelapa sawit

Buah pada tanaman kelapa sawit disebut dengan fructus. Buah kelapa sawit memiliki warna bermacam-macam, mulai dari ungu, hitam, sampai merah, semua itu tergantung dari varietas dan umurnya.

Secara anatomi buah ini terdiri dari dua bagian. Dimana bagian yang pertama yaitu parikarium yang terdiri dari epikarium dan mesokarium. Sedangkan bagian yang kedua adalah biji yang terdiri dari endokarpium, endosperma, dan embrio.

Baca juga :

Demikian artikel tentang, klasifikasi dan morfologi dari tanaman kelapa sawit secara jelas dan lengkap. Semoga dapat menjadi referensi bagi Anda.

Follow saya diFacebook.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.