Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Kapas (Lengkap)

Mengenal Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Kapas

Sedulurtani.com. Kapas merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki prospek yang cerah dimasa yang akan datang. Kapas adalah serat halus yang menyelubungi biji beberapa jenis Gossypium atau tanaman kapas. Serat kapas tergolong bahan yang penting dalam industri tekstil. Pasalnya serat tersebut lah yang akan dipintal menjadi benang, kemudian ditenun menjadi kain.

Klasifikasi tanaman kapas
Klasifikasi tanaman kapas

Sementara itu, asal-usul tanaman kapas diduga berasal dari Australia, Afrika, Amerika, dan Asia. Tanaman kapas telah lama dibudidayakan sejak zaman prasejarah. Terdapat beberapa jenis kapas yang dikenal, antara lain Gossyipium hirsutum, G. barbadense, G. arboreum, dan G. herbaceum.

Masing-masing jenis berasal dari daerah yang berbeda-beda. Jenis G. hirsutum berasal dari Meksiko, Karibia, Amerika Tengah, dan Florida. Sedangkan jenis G. barbadense berasal dari Amerika Selatan tropika, G. arbareum berasal dari lembah Sungai Indus di Pakistan dan India, dan yang terakhir jenis G. herbaceum berasal dari wilayah Levantia.

Untuk mengenal lebih jelas mengenai tanaman kapas, pada pertemuan kali ini sedulurtani.com ingin berbagi informasi tentang kalsifikasi dan morfologi dari tanaman kapas.

Berikut ini adalah klasifikasi dan morfologi tanaman kapas :

Klasifikasi Tanaman Kapas

KingdomPlantae
Sub KingdomViridiplantae
Infra KingdomStreptophyta
Super DivisiEmbryophyta
DivisiTraceophyta
Sub DivisiSpermatophytina
KelasMagnoliopsida
Super OrdoRosanae
OrdoMalvales
FamiliMalvaceae
GenusGossypium L.
SpesiesGossypium sp.

Setelah Anda mengetahui klasifikasi dari tanaman kapas, maka selanjutnya yaitu morfologinya. Dimana morfologi dari tanaman kapas, meliputi morfologi akar, serat kapas, batang, daun, bunga, dan buah.

Berikut ini adalah ciri-ciri morfologi dari tanaman kapas :

Morfologi Tanaman Kapas

1. Morfologi akar

Sistem perakaran tanaman kapas, yaitu akar tunggang dan akar serabut. Dimana akar tunggang dapat tumbuh panjang dan dalam, bahkan akar tersebut bisa lebih dalam daripada batangnya.

Dari akar tunggang tersebut ditumbuhi akar-akar serabut yang panjang dan terus bercabang. Pada tanah aluvial dengan solume yang dalam, perakaran tanaman kapas dapat tumbuh hingga kedalaman 1-2 meter bahkan lebih.

2. Morfologi batang

Batang tanaman kapas yang dalam keadaan normal akan berdiri tegak. Batang tanaman kapas berwarna hijau tua, merah, atau hijau kemerahan.  Batang tanaman ini terdiri dari ruas dan buku. Dari buku tersebut keluar cabang vegetatif dan generatif.

Jumlah cabang generatif bervariasi, tergantung dari varietas dan lingkungan tempat tumbuh tanaman. Secara umum cabang generatif dapat mencapai 15-20 cabang. Cabang-cabang generatif tersebut nantinya akan menghasilkan sekitar 50 kuncup bunga.

3. Morfologi daun

Daun kapas memiliki bentuk bundar menyerupai jantung dan biasanya memiliki lima lekukan/ sudut. Lekukan tersebut ada yang dalam dan ada juga yang dangkal. Pda daun pertama hingga daun ke lima, biasanya belum terbentuk sempurna, kadang berbentuk bulat atau panjang. Setelah daun ke lima tersebut daun baru tumbuh normal.

Daun tanaman kapas terbentuk pada buku-buku batang utama dan cabang generatif. Daun pertama terbentuk pada buku kedua, sedangkan buku pertama berisi daun lembaga. Daun ini berlekuk 3 atau lima, berbulu, bertangkai panjang, dan mengeluarkan kelenjar.

4. Morfologi bunga

Bunga pertama tanaman kapas muncul setelah berumur 8-10 minggu. Pembungaan akan berlangsung secara terus menerus selama dua bulan. Waktu yang diperlukan bunga dari saat pemunculan hingga pecahnya buah boll, yaitu 45-65 hari.

Bunga kapas memiliki mahkota yang lebar, putih kuning krim kuning kuning pucat, dan akan berubah menjadi warna kemerahan setelah tua dan mati.

5. Morfologi buah

Buah kapas berbentuk oval, dengan panjang 4-6 cm dan terbagi menjadi bebrapa rongga yang berisi biji yang terbungkus serat kapas.

Buah kapas akan tumbuh dewasa sekitar 25 hari setelah mekarnya bunga. Sementara itu, untuk biji kapas berbentuk bulat telur dengan warna coklat kehitaman. Memiliki berat 17 gram per 100 bijinya.Serat melekat erat pada biji yang berwarna putih yang disebut fuzz (kabu-kabu).

Dengan demikian dapat disimpulkan  bahwa klasifikasi dan morfologi dari tanaman kapas merupakan ilmu pengenalan tentang penempatan dan ciri-ciri dari tanaman kapas. Dimana klasifikasi tanaman kapas telah disajikan pada tabel di atasyang merupakan penempatan organisme secara berurutan pada kelompok tertentu (takson) yang didasarkan oleh persamaan dan perbedaan.

Sementara itu, untuk morfologi dari tanaman kapas terbagi menjadi lima, antara lain morfologi akar, morfologi batang, morfologi daun, morfologi bunga, dan morfologi buah seperti yang telah diterangkan di atas.

Demikian artikel tentang klasifikasi dan morfologi dari tanaman kapas. Semoga dapat menjadi referensi bagi Anda.

Baca juga :

Follow saya diFacebook.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.