KLASIFIKASI DAN MORFOLOGI TANAMAN BAMBU

KLASIFIKASI DAN MORFOLOGI TANAMAN BAMBU

Sedulurtani.com. Bambu merupakan tanaman dari keluarga graminae (rumput-rumputan) atau disebut juga dengan rumput raksasa. Tanaman bambu tumbuh berumpun dan terdiri dari sejumpal batang berbulu yang dapat tumbuh dengan bertahap.

Apabila ingin mengkomersilkan tanaman bambu, maka tunggu sampai batang mencapai kekuatan tertingginya, yaitu kadar gula dalam batang dalam kondisi rendah. Dengan kadar gula yang rendah, maka akan dapat mengurangi resiko serangan hama.

Tanaman bambu dapat dimanfaatkan menjadi berbagai kerajinan, seperti cindera mata, bakul, kursi, anyaman pagar, dan lain sebagainya.

Bambu memiliki batang berbentuk sislindiris, berbuku-buku, beruas-ruas dengan rongga, berdinding keras, dan pada setiap buki memiliki tunas atau cabang. Untuk mengenal lebih jelas mengenai tanaman bambu, maka pada pertemuan kali ini sedulurtani.com ingin berbagi informasi tentang klasifikasi dan morfologi dari tanaman bambu.

KLASIFIKASI DAN MORFOLOGI TANAMAN BAMBU
KLASIFIKASI DAN MORFOLOGI TANAMAN BAMBU
Berikut ini adalah klasifikasi dan morfologi tanaman bambu :

Klasifikasi Tanaman Bambu

KingdomPlantae
Sub KingdomViridiplantae
Infra KingdomStreptophyta
Super DivisiEmbryophyta
DivisiTracheophyta
Sub DivisiSpermatopytina
KelasMagnoliopsida
Super OrdoLilianae
OrdoPoales
FamiliPoaceae
GenusBambusa Schreb.
SpesiesBambusa vulgaris Schrad. Ex J. C. Wendl.

Setelah Anda mengetahui klasifikasi dari tanaman bambu, maka selanjutnya yaitu morfolginya. Dimana morfologi dari tanaman bambu, meliputi morfologi akar, morfologi batang, morfologi tunas, dan morfologi daun. Berikut ini adalah ciri-ciri morfologi dari tanaman bambu :

Morfologi Tanaman Bambu

1. Morfologi Akar Bambu

Akar tanaman bambu terdapat di dalam tanah dan membentuk sistem percabangan. Dimana dari sistem percabangan ini kita akan dapat membedakan kelompok bambu tersebut.

Bagian pangkal rimpang lebih sempit  dari pada bagian ujungnya, dan setiap ruas mempunyai kuncup dan juga akar.  Bagian kuncup pada akar tanaman tersebut akan membentuk rebung, dimana rebung tersebut akan memanjang dan akhirnya akan menghasilkan bulu.

2. Morfologi Batang Bambu

Batang tanaman bambu muncul dari akar-akar rimpang dan ketika sudah tua, batang akan mengeras dan berongga.

Tanaman bambu memiliki batang berbentuk silinder memanjang dan terbagi dalam ruas-ruas. Tanaman memiliki tinggi berkisar 0,3-30 meter, dengan diameter batang 0,25-25 cm dan memiliki ketebalan dinding sampai 25 mm.

Batang tanaman bambu ini diselimuti daun-daun yang disebut dengan pelepah batang dan akan gugur ketika sudah tua.

3. Morfologi Tunas/Rebung Bambu

Tunas atau batang bambu muda yang baru muncul di permukaan disebut dengan rebung. Rebung bambu tumbuh berbentuk kuncup pada bagian akar rimpang didalam tanah atau dari pangkal bulu yang sudah tua.

Rebung pada bambu dbedakan menjadi beberapa jenis, mulai dari bambu yang menunjukan ciri khas warna pada ujung dan bulu yang terdapat dipelapah.

Bulu pelepah rebung dengan warna hitam, coklat atau putih terdapat pada jenis bambu cengkreh (Dinochloa scandens). Sedangkan bulu rebung yang tertutup oleh bulu berwarna coklat terdapat pada jenis bambu betung (Dendrocalamus asper).

4. Morfologi Daun Bambu

Daun tanaman bambu tergolong daun lengkap, dikarenakan terdapat pelepah daun, tangkai daun, dan helaian daun.

Pada bagian bangun daun berbentuk lanset, ujungnya meruncing,  pangkal daun tumpul, tepi daun merata, dan daging daun tipis. Selain itu, pertulangan daun  tanaman ini sejajar dan memiliki permukaan yang kasar dan berbulu halus. Daun tanaman bambu memiliki warna hijau muda dan kekuningan.

KLASIFIKASI DAN MORFOLOGI TANAMAN BAMBU

Dengan demikian dapat disimpulkan  bahwa klasifikasi dan morfologi dari tanaman bambu merupakan ilmu pengenalan tentang penempatan dan ciri-ciri dari tanaman bambu. Dimana klasifikasi tanaman bambu telah disajikan pada tabel di atasyang merupakan penempatan organisme secara berurutan pada kelompok tertentu (takson) yang didasarkan oleh persamaan dan perbedaan.

Sementara itu, untuk morfologi dari tanaman bambu, meliputi morfologi akar, morfologi batang, morfologi tunas, dan morfologi daun, seperti yang telah diterangkan pada artikel di atas.

Baca juga :

Follow saya diFacebook.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.