Ciri-ciri Penyakit Darah Tinggi dan Cara Mengatasinya

Ciri-ciri Penyakit Darah Tinggi dan Cara Mengatasinya

Sedulurtani.com. Tahukah Anda bahwa penyakit darah tinggi (hipertensi) dapat menyerang siapa saja tak pandang usia. Penyakit ini dapat menyerang anak muda maupun dewasa, terlebih orang yang sudah lanjut usia.

Darah tinggi (hipertensi), merupakan kondisi saat tekanan darah berada di 130/80 mmHg atau lebih. Kondisi yang seperti ini apabila dibiarkan berlarut-larut maka dapat menimbulkan penyakit serius, seperti stroke, gagal ginjal, ataupun gagal jantung.

Ciri-ciri darah tinggi dan cara mengatasinya
Ciri-ciri darah tinggi dan cara mengatasinya

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk meminimalkan resiko dari tekanan darah tinggi. Namun sebelum kita membahas hal tersebut, sebaiknya kita pahami terlebih dahulu ciri-ciri dari darah tinggi.

Berikut ini adalah ciri-ciri orang terkena darah tinggi :

Secara umum penderita hipertensi tidak menunjukan ciri-ciri apapun, hanya saja gejala ringan. Akan tetapi secara umum gejala hipertenis dicirikan dengan :

  • Sakit kepala yang parah, sehingga sering pusing
  • Penglihatan kabur (berkunang-kunang).
  • Perut terasa mual
  • Kebingungan
  • Jantung berdetak tidak teratur
  • Kelelahan
  • Telinga berdenging
  • Nyeri dada
  • Merasakan sulit untuk bernapas
  • Terkadang terdapat darah dalam urin
  • Sensasi berdetak di dada, leher, atau telinga

Selain ciri tersebut, mungkin masih ada gejala lain yang dialami oleh penderita darah tinggi. Untuk itu disarankan konsultasi dengan dokter supaya mendapatkan penanganan yang tepat.

Sementara itu, bagi Anda yang memiliki penyakit darah tinggi tidak perlu khawatir. Pada pertemuan kali ini sedulurtani.com juga akan menyampaikan informasi terkait cara mengatasi darah tinggi. Dengan ini diharapkan supaya darah tinggi pada diri Anda tidak kambuh lagi.

Ciri-ciri Penyakit Darah Tinggi dan Cara Mengatasinya

Berikut ini adalah tips atau cara mengatasi darah tinggi yang perlu Anda perhatikan :

1. Mengurangi konsumsi garam

Asupan garam yang berlebihan akan merusak keseimbangan natrium dan kalium, sehingga menyulitkan ginjal bekerja dengan baik. Hal tersebut akan mengakibatkan terjadinya retensi (penumpukan) cairan diikuti dengan naiknya tekanan darah.

Selain itu, konsumsi garam yang berlebihan juga menyebabkan tekanan yang melemahkan dinding arteri. Arteri yang telah tertekan tersebut akan menebal dan semakin sempit, sehingga tekanan darah pun makin naik. Dengan demikian arteri akan pecah dan tersumbat.

Hindari konsumsi garam yang berlebihan. Konsumsi garam secara normal, yaitu hanya satu sendok teh per hari.

Dengan demikian, sebaiknya konsumsi garam secukupnya, dan perbanyak konsumsi sayuran agar hidup menjadi lebih sehat. Selain itu sayuran juga bermanfaat untuk menjaga tubuh dari gangguan-gangguan sistem jaringan tubuh, seperti halnya hipertensi yang dapat memicu terjadinya stroke.

2. Kurangi kebiasaan merokok

Kebiasaan merokok menjadi salah satu pemicu darah tinggi. Hal tersebut dikarenakan asap rokok yang dihisap akan berpotensi meracuni darah. Dimana darah merupakan  sarana pembawa oksigen ke seluruh tubuh.

Nikotin yang terdapat pada rokok juga berperan besar dalam mempengaruhi pembuluh darah, sehingga akan menimbulkan pergeseran.

Darah yang tercampur nikotin dapat mengganggu kinerja jantung saat memomompa darah, sehingga jantung akan bekerja lebih keras.

3. Sering berolahraga

Lakukan olahraga-olahraga ringan, seperti jogging ataupun yang lebih ringan yaitu cukup berjalan kaki biasa. Akan tetapi olahraga seperti itu sebaiknya dilakukan secara rutin agar kesehatan Anda tetap terjaga.

Namun demikian,  berjalan dengan cepat ternyata lebih memberikan dampak yang besar dalam menurunkan tekanan darah hingga 8/6 mmHg. Tidak hanya itu, berjalan dengan cepat  juga memudahkan oksigen masuk ke jantung dan membuat jantung menjadi lebih stabil.

4. Memperbanyak konsumsi sayuran hijau

Seperti yang telah disinggung pada penjelasan nomer satu, bahwa sayuran hijau merupakan menu konsumsi yang baik untuk menurunkan tekanan darah tinggi.

Seperti halnya sawi, bayam, kale, lobat hijau, merupakan sayuran yang memiliki kandungan kalium yang cukup tinggi.

Hal tersebut dikarenakan bahwa kandungan kalium ini mampu untuk menyeimbangkan kadar natrium yang tinggi dari penderita hipertensi.

Oleh karena itu, kalium akan dapat membantu menurunkan tekanan darah bagi penderita hipertensi.Bagi penderita darah tinggi sebaiknya konsumsi sayur yang masih segar, dan bukan dari kaleng. Baca juga : Cara Mengatasi Darah Tinggi Melalui Menu Alami

5. Konsumsi suplemen khusus

Apabila hipertensi belum masuk kategori parah, maka sebaiknya Anda rutin  mengonsumsi supelmen yang cocok untuk penderita darah tinggi.

Suplemen yang yang biasa dianjurkan untuk penderita hipertensi adalah koenzim Q10m. Dimana supelmen tersebut dinilai memiliki dampak yang cukup baik dalam menurunkan tekanan darah hingga 17 mm/Hg.

Selain itu, supelmen ini juga mengandung antioksidan yang diperlukan dalam produksi energi dan untuk melebarkan pembuluh darah. Akan tetapi, untuk mengkonsumsi supelmen ini sebaiknya terlebih dahulu Anda melakukan konsultasi dengan dokter.

6. Konsumsi Coklat

Sudah banyak yang tahu bahwa kandungan dalam cokelat dikenal memberikan efek rileks bagi setiap orang.

Oleh karena itu, agar pikiran terasa lebih ringan, ada baiknya mengonsumsi cokelat, khususnya dark chocolate yang lebih banyak kandungan kakaonya. Sehingga dengan begitu akan membuat pikiran menjadi lebih tenang.

Baca juga :

Demikian artikel tentang, Ciri-ciri penyakit darah tinggi dan cara mengatasinya. Semoga dapat menjadi referensi kesehatan bagi Anda.

Follow juga saya diFacebook.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.