Cara Tepat Budidaya Tanaman Kacang Buncis (Phaseolus vulgaris).

Sedulurtani.com Cara Tepat Budidaya Tanaman Kacang Buncis (Phaseolus vulgaris).

Kacang buncis merupakan salah satu jenis tanaman sayuran buah yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Oleh karena itu pastinya anda sudah tidak asing lagi dengan jenis sayuran ini, bahkan mungkin sayur kacang buncis adalah salah satu menu faforit bagi anda sehari-hari.

Cara Tepat Budidaya Tanaman Kacang Buncis (Phaseolus vulgaris).
Cara Tepat Budidaya Tanaman Kacang Buncis (Phaseolus vulgaris).

Baca juga : Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Kacang Buncis Secara Tepat

Kacang buncis adalah tanaman yang memiliki potensi tinggi untuk dibudidayakan. Selain menguntungkan, tanaman ini juga tergolong mudah untuk dibudidayakan. Hal tersebut dikarenakan tanaman kacang buncis memiliki daya adaptasi yang tinggi.

Akan tetapi bagi anda yang masih pemula didalam melakukan budidaya kacang buncis, maka perlu banyak belajar terkait cara budidaya tanaman tersebut.

Oleh karena itu pada kesempatan kali ini Sedulurtani.com ingin berbagi informasi terkait Cara Tepat Budidaya Tanaman Kacang Buncis (Phaseolus vulgaris).

Dengan mempelajari cara budidaya ini diharapkan akan dapat menunjang keberhasilan anda didalam melakukan proses budidaya kacang buncis. Adapun tahapan-tahapan yang perlu anda perhatikan didalam budidaya kacang buncis, antara lain sebagai berikut.

1. Syarat Tumbuh

Lingkungan yang sesuai dengan syarat tumbuh merupakan salah satu hal penting yang perlu diperhatikan sebelum melakukan budidaya tanaman kacang buncis. Hal tersebut bertujuan  supaya tanaman yang kita usahan dapat berproduksi dengan baik.

Hal pertama yang perlu diperhatikan terkait syarat tumbuh ini adalah tanah. Dimana budidaya kacang buncis menghendaki tanah yang subur, memiliki pori udara yang cukup, dan drainase yang baik untuk mendukung penambatan nitrogen oleh bintil akar.

Seperti halnya tanah andosol adalah jenis tanah yang cocok untuk budidaya tanaman kacang buncis. Tanah andosol banyak terdapat di daerah pegunungan dengan curah hujan rata-rata 2.500 per tahun.

Selain itu, tanah ini berwarna hitam, memiliki kandungan bahan organik yang cukup tinggi, bertekstur berlempung hingga berdebu, gembur, dan permeabilitasnya sedang.

Selain tanah andosol kacang buncis juga cocok dibudidayakan pada tanah regosol. Dimana tanah ini dicirikan dengan warna kelabu, coklat, dan juga kuning, memiliki struktur berpasir sampai dengan berbutir tunggal, dan permeabilitasnya pun juga baik.

Akan tetapi pada dasarnya tanaman kacang buncis dapat ditanam pada semua dataran dan semua jenis tanah asalkan tanah tersebut banyak mengandung unsur hara.

Selanjutnya selain tanah faktor yang menetukan syarat tumbuh yaitu iklim. Dimana kacang buncis merupakan tanaman yang cocok diusahakan didaerah yang beriklim sedang. Tanaman buncis dapat hidup pada ketinggian antara 100-1500 meter diatas permukaan laut.

Ketinggian optimum untuk pertumbuhan kacang buncis yang tipe merambat yaitu 400-500m diatas permukaan laut. Sedangkan ketinggian optimum untuk pertumbuhan kacang buncis tipe tegak yaitu 200-300 meter diatas permukaan laut.

Curah hujan yang dikehendaki tanaman kacang buncis supaya berproduksi dengan baik yaitu 1.500-2.500mm per tahun atau 300-400mm per musim. Kemudian tanaman kacang buncis juga akan tumbuh dengan baik pada suhu optimum 20-25oC.

Jika suhu dibawah 20oC maka pertumbuhan tanaman akan terhambat atau menjadi lebih lama. Sebaliknya pada suhu diatas 25oC menyebabkan pengisian polong akan banyak yang hampa karena karbohidrat dirombak menjadi energi, sehingga sedikit sekali yang disimpan untuk membentuk polong.

2. Pembibitan

Tanaman kacang buncis diperbanyak secara generatif menggunakan biji yang ditanam langsung pada suatu lahan. Benih buncis dapat diperoleh dengan cara membuat sendiri dari tanaman yang telah anda budidayakan sebelumnya.

Hal yang perlu diperhatikan yaitu pilihlah benih kacang buncis sehat dan bagus, serta memiliki buah yang lebat di antara tanaman lain.

Buncis yang akan digunakan untuk bibit biarkan tua dan mengering dipohon. Kemudian setelah kuning mengering pilih yang bagus untuk dipetik dan dijemur. Selanjutnya, setelah benar-benar kering baru kupas dan pilih biji yang bagus tidak cacat serta tidak kopong.

Apabila anda ingin lebih cepat dan tidak ribet didalam mendapatkan benih, maka anda bisa langsung membeli benih kacang buncis di toko pertanian terdekat.

Disitu anda bisa mendapatkan benih yang telah disertifikasi dengan mutu terjamin. Dimana benih tersebut memiliki daya kecambah yang tinggi yaitu 80-85%, tidak cacat, bernas, bebas dari patogen, dan tidak ada campuran varietas lain (CVL).

Ada dua tipe tanaman buncis yang dibudidayakan di Indonesia yaitu tipe merambat dan tipe tegak. Semua itu tergantung dari selera anda didalam memilih benih kacang buncis yang akan anda tanam.

Sebelum dilakukan penanaman akan lebih baik apabila benih diberi perlakuan fungisida untuk menghindari serangan patogen penyebab penyakitrebah kecambah (damping off).

3. Persiapan Lahan

Langkah awal persiapan lahan untuk budidaya tanaman kacang buncis dimulai dari pembersihan lahan dari berbagai macam gulma. Hal ini bertujuan untuk menghindari persaingan antara gulma dan tanaman utama didalam mendapatkan unsur hara dan air.

Kemudian setelah lahan bersih dari gulma dilanjutkan dengan pengolahan tanah. Pengolahan tanah ini dilakukan supaya tanah menjadi gembur dan ideal untuk pertumbuhan dan produksi kacang buncis.

Pengolahan tanah dapat dilakukan dengan cara dibajak atau dicangkul sampai kedalaman lapisan top soil atau 20-30 cm.

Untuk jenis tanah yang berat dapat dilakukan pencangkulan sebanyak 2 kali dengan jarak waktu 2 minggu. Sedangkan untuk jenis tanah yang ringan cukup dilakukan satu kali saja pengolahan tanah.

Selanjutnya buat bedengan dengan tinggi sekitar 20 cm, lebar 100-125 cm, panjang menyesuakian, dan jarak antar bedengan sekitar 50 cm.

Pada kondisi tanah masam (pH kurang dari 5,5) perlu dilakukan pengapuran supaya pH naik sampai  (5,5-6,5). Pengapuran dapat dilakukan dengan menggunakan dolomit, dimana untuk menaikan pH sebesar 0,1 dapat menambahkan dolomit ± 480kg ha-1.

Pemeberian kapur dolomit ini hendaknya dilakukan 2 minggu sebelum penenaman bersamaan dengan pemberian pupuk dasar. Pemberian dolomit dengan cara ditaburkan pada tanah kemudian dicangkul supaya dapat rata dengan tanah.

Setelah lahan siap langkah berikutnya yaitu pemasangan mulsa plastik. Pemasangan mulsa plastik bertujuan untuk menjaga kelembaban tanah, memperkecil tercucinya pupuk karena hujuan, dan menghambat munculnya gulma.

Mulsa plastik dipasang dengan ketentuan bagian yang berwarna hitam dibawah (dalam), sedanghkan pada bagian atas( luar) yang berwarna perak. Kemudian lubangi mulsa plastik menggunakan kaleng susu yang dipanskan dengan berdiameter sekitar 10cm.

4. Penanaman

Karena tipe kacang buncis yang dibudidayakan di Indonesia ini terbagi menjadi dua macam, yaitu tipe merambat dan tipe tegak, maka jarak tanamnya pun juga berbeda. Bagi tipe kacang buncis yang merambat jarak tanam didalam barisan adalah 30 cm dan jarak antar barisan 60-90 cm.

Sedangkan untuk tipe tegak jarak tanam didalam barisan adalah 40 cm dan jarak antar barisanya sama dengan tipe merambat yaitu 60-90 cm.  Kemudian untuk kedalaman menanam benih kacang buncis hendaknya sekitar 2-4 cm.

5. Pemupukan

Pemupukan pertama dalam budidaya kacang buncis yaitu pemberian pupuk dasar. Pemupukan dasar diberikan setelah pengolahan lahan sebelum dipasang mulsa plastik.

Pupuk yang diberikan , antara lain pupuk kandang/kompos 30 karung pada tiap 1000 lubang, TSP 20kg, KCL 10 kg, dan ZA 10 kg. Akan tetapi dosis ini tidak baku dan bisa disesuaikan dengan kondisi kesuburan tanah yang akan ditanami.

Pupuk diberikan dengan cara ditaburkan lalu ditutup atau diaduk merata dengan tanah. Kemudian biarkan bedengan tanah tersiram air hujan baru ditutup menggunakan mulsa plastik. Biarkan selama kurang lebih 2 minggu baru lahan siap untuk ditanami.

Pupuk susulan yang pertaman dapat diberikan setelah tanaman berumur 2 minggu setelah tanam. Pupuk yang diberikan antara lain NPK 16, TSP, KCL, ZA dan pupuk lain yang diperlukan.

Pemberian pupuk dilakukan dengan cara menaburkan pada sekeliling pangkal batang dengan jarak sekitar 15 cm dari pangkal batang. Untuk dosis pupuk dapat disesuaikan dengan kesuburan tanah. Jika dilihat tanaman tampak hijau subur maka kurangi penggunaan pupuk yang mengandung unsur N.

Setelah tanaman buncis memasuki masa generatif (pembungaan), maka berikan pupuk dengan kandungan unsur phosphat (P) dan kalium (K)nya yang tinggi.

6. Pemeliharaan

Cara Tepat Budidaya Tanaman Kacang Buncis (Phaseolus vulgaris).
Cara Tepat Budidaya Tanaman Kacang Buncis (Phaseolus vulgaris).

Setelah tanaman kacang buncis berumur 1minggu, maka akan terlihat tanaman yang perkecambahanya  tidak normal ataupun benih yang tidak mau berkecambah. Oleh karena itu perlu dilakukan penyulaman untuk menggantikan benih yang abnormal tersebut dengan benih yang baru.

Penyulaman ini harus segera dilakukan paling lambat sekitar 10 hari setelah tanam. Penyulaman dilakukan dengan segera agar pertumbuhan tanaman kacang buncis dapat seragam, sehingga memudahkan pemeliharaan dan pemanenanya.

Kemudian pemberian ajir (lanjaran) juga perlu dilakukan untuk tanaman kacang buncis yang tipe pertumbuhanya merambat. Secara umum ajir dapat dibuat dari bahan bambu dengan lebar 3-4 cm dan panjangnya 2 meter.

Pada setiap ajir yang berhadapan dapat diikat pada bagian ujung atasnya supaya berdirinya kokoh. Pemasangan ajir ini dapat dilakukan setelah tanaman berumur sekitar 20 hari bersamaan dengan peninggian bedengan.

Perawatan selanjutnya yaitu penyiraman. Apabila penanaman dilakukan pada musim kemarau maka sejak hari pertama tanaman harus disiram sebanyak 2 kali sehari, yaitu pada waktu pagi dan sore.

Akan tetapi, jika penanaman dilakukan pada musim hujan, maka frekuensi penyiraman harus dikurangi dan drainasae harus diperhatikan. Kondisikan drainase supaya tetap berjalan dengan baik untuk menghindari banjir disistem perakaran karena dapat menyebabkan tanaman tersebut terserang penyakit.

Selain penyiraman, perawatan lainya yang perlu diperhatikan yaitu penyiangan. Dimana penyiangan pada budidaya kacang buncis dapat dilakukan hanya beberapa kali dalam satu periode tanam.

Penyiangan dilakukan dengan cara mencabut gulma disekitar areal tanam. Hal ini supaya tidak terjadi persaingan antara tanaman utama dengan tanaman pengganggu didalam mendapatkan unsur hara dan air.

Cara Tepat Budidaya Tanaman Kacang Buncis (Phaseolus vulgaris).

Sekian artikel tentang, Cara Tepat Budidaya Tanaman Kacang Buncis (Phaseolus vulgaris). Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi anda.

Follow juga Facebook saya di Facebook.

Baca juga :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.