Cara Pengendalian Hama Penggerek Buah Kopi ( Hama Bubuk Kopi )

Cara Pengendalian Hama Penggerek Buah Kopi ( Hama Bubuk Kopi )

Sedulurtani.com. Salah satu hama utama yang sering menyerang dalam budidaya tanaman kopi, yaitu hama penggerek buah kopi.

Penggerek  buah kopi atau yang disebut juga Stephanoderes hampei, Merupakan seranga sejenis kumbang yang berbadan bulat dan kepalanya berbentuk segitiga serta memiliki rambut halus. Kumbang penggerek buah kopi ini memiliki ukuran antara 0,7- 1,7 mm/.

Kumbang penggerek ini menyerang bagian tanaman yang dipanen, yaitu pada bagian buah dengan cara membuat lubang di sekitar diskus dan masuk ke dalam buah kopi.

Terdapat dua tipe kerusakan yang disebabkan oleh hama penggerek ini, yaitu gugur buah yang masih muda dan kehilangan hasil secara kuantitas maupun kualitas.

Pada buah kopi yang masih muda bijinya digerek hanya untuk mendapatkan makanan, kemudian setelah itu ditinggalkan. Buah yang digerek tersebut tidak akan berkembang dan warnanya pun berubah menjadi kuning dan pada akhirnya gugur.

Serangan hama penggerek buah kopi yang terjadi pada biji yang sudah mengeras akan mengakibatkan penurunan mutu karena biji kopi tersebut berlubang. Selain itu, biji yang sudah cacat tersebut akan berpengaruh buruk pada senyawa kafein dan gula preduksi yang dihasilkan.

Hama penggerek yang telah menyerang buah kopi juga akan meletakkan telurnya pada lubang yang telah digerek tersebut.

Selain menyerang buah kopi, hama penggerek ini juga menyerang tanaman Crotalaria sp., Caesalpinia sp., Leucaena glauca, dan Tephrosia sp. yang biasa digunakan untuk tanaman pelindung tanah.

hama penggerek buah kopi
Hama penggerek buah kopi

Cara pengendalian hama bubuk kopi ini dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu secara mekanis, biologis, dan kimia.

Cara Pengendalian Hama Penggerek Buah Kopi ( Hama Bubuk Kopi )

Cara pengendalian hama penggerek buah secara mekanis dapat dilakukan dengan rempesan, lelesan, dan juga petik buah. Rempesan merupakan kegiatan pemetikan buah kopi hingga bersih sampai tidak tersisa, baik kopi yang sudah tua maupun yang masih muda. Cara rempesan hanya dilakukan pada konidisi serangan yang cukup parah.

Kemudian  lelesan adalah memungut buah terserang yang jatuh karena pemetikan ataupun karena terserang. Dan yang terakhir petik bubuk adalah kegiatan pemetikan buah kopi yang tampak berlubang bersamaan dengan kegiatan pemangkasan.

Cara kedua, yaitu pengendalian hama penggerek buah kopi secara biologis . cara ini dapat dilakukan menggunakan musuh alami dari hama penggerek buah tersebut, seperti halnya Botrytis stephanoderes, Desydimus rubiginosus, Heterospilus cafeicola, Prarops nasuta, dan Specasia javanica.

Cara ketiga yaitu pengendalian hama penggerek buah kopi secara kimia. Cara ini sebaiknya dilakukan apabila cara-cara pengendalian sebelumnya sudah kualahan untuk mengendalikan ham penggerek buah tersebut.

Dimana pengendalian hama penggerek buah ini dapat dikendalikan menggunakan insektisida berbahan aktif carbaryl 85% dan methidathion.

Baca juga :

Follow Facebook sedulurtani.com, untuk mendapatkan informasi terbaru terkait pertanian dan pendidikan dengan cara Klik disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.