Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Kopi Secara Efektif

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Kopi Secara Efektif

Sedulurtani.com. Hadirnya hama dan penyakit dalam budidaya tanaman kopi menjadi ancaman yang serius bagi petani. Pasalnya, banyak produksi yang berkurang dan bahkan kehilangan hasil karena terserang hama dan penyakit yang susah untuk diatasi.

Oleh karena itu, maka petani harus mengupgrade pengetahuan dan juga kemampuanya dalam mengatasi hama dan penyakit utama tanaman kopi.

Pada pertemuan kali ini Sedulurtani.com ingin berbagi informasi tentang cara pengendalian hama dan penyakit tanaman kopi secara tepat.

Dengan ini, maka diharapkan petani kopi dapat mengatasi serangan hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman kopi, sehingga nilai produksi tanaman kopi dapat dipertahankan.

Berikut ini adalah beberapa contoh hama dan penyakit utama tanaman kopi beserta cara pengendalianya :

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Kopi Secara Efektif

1. Hama

a.Penggerek Buah Kopi (Stephanoderes hampei)

Hama Penggerek Buah Kopi
Hama Penggerek Buah Kopi

Penggerek  buah kopi atau yang disebut juga Stephanoderes hampei, Merupakan seranga kumbang yang berbadan bulat dan kepalanya berbentuk segitiga serta memiliki rambut halus. Kumbang penggerek buah kopi ini memiliki ukuran antara 0,7- 1,7 mm/.

Kumbang penggerek ini menyerang bagian tanaman yang dipanen, yaitu pada bagian buah dengan cara membuat lubang di sekitar diskus dan masuk ke dalam buah kopi.

Terdapat dua tipe kerusakan yang disebabkan oleh hama penggerek ini, yaitu gugur buah yang masih muda dan kehilangan hasil secara kuantitas maupun kualitas.

Pada buah kopi yang masih muda bijinya digerek hanya untuk mendapatkan makanan, kemudian setelah itu ditinggalkan. Buah yang digerek tersebut tidak akan berkembang dan warnanya pun berubah menjadi kuning dan pada akhirnya gugur.

Serangan hama penggerek buah kopi yang terjadi pada biji yang sudah mengeras akan mengakibatkan penurunan mutu karena biji kopi tersebut berlubang. Selain itu, biji yang sudah cacat tersebut akan berpengaruh buruk pada senyawa kafein dan gula preduksi yang dihasilkan.

Hama penggerek yang telah menyerang buah kopi juga akan meletakkan telurnya pada lubang yang telah digerek tersebut. Selain menyerang buah kopi, hama penggerek ini juga menyerang tanaman Crotalaria sp., Caesalpinia sp., Leucaena glauca, dan Tephrosia sp. yang biasa digunakan untuk tanaman pelindung tanah.

Cara pengendalian hama bubuk kopi ini dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu secara mekanis, biologis, dan kimia.

Cara pengendalian hama penggerek buah secara mekanis dapat dilakukan dengan rempesan, lelesan, dan juga petik buah. Rempesan merupakan kegiatan pemetikan buah kopi hingga bersih sampai tidak tersisa, baik kopi yang sudah tua maupun yang masih muda. Cara rempesan hanya dilakukan pada konidisi serangan yang cukup parah.

Kemudian lelesan adalah memungut buah terserang yang jatuh karena pemetikan ataupun karena terserang. Dan yang terakhir petik bubuk adalah kegiatan pemetikan buah kopi yang tampak berlubang bersamaan dengan kegiatan pemangkasan.

Cara Kedua, yaitu pengendalian hama penggerek buah kopi secara biologis . cara ini dapat dilakukan menggunakan musuh alami dari hama penggerek buah tersebut, seperti halnya Botrytis stephanoderes, Desydimus rubiginosus, Heterospilus cafeicola, Prarops nasuta, dan Specasia javanica.

Cara Ketiga yaitu pengendalian hama penggerek buah kopi secara kimia. Cara ini sebaiknya dilakukan apabila cara-cara pengendalian sebelumnya sudah kualahan untuk mengendalikan ham penggerek buah tersebut. Dimana pengendalian hama penggerek buah ini dapat dikendalikan menggunakan insektisida berbahan aktif carbaryl 85% dan methidathion.

b. Penggerek Cabang Coklat dan Hitam (Xyleborus morigerus X. Compactus )
 Hama Cabang Coklat dan Hitam Tanaman Kopi
Hama Cabang Coklat dan Hitam Tanaman Kopi

Hama tanaman kopi ini berupa kumbang berukuran kecil dan sering menggerek cabang dan rantinng tanaman kopi. Kumbang penggerek cabang ini hidup di dalam liang gerakan, dan serangan hama ini akan semakin diperparah dengan adanya serangga Diplodia dan Fussarium dalam cabang gerekan.

Dimana cendawan tersebut akan menyumbat pembuluh pada bagia cabang maupun ranting, sehingga dapat mengakibatkan tanaman menjadi mati.

Hama penggerek cabang tanaman kopi ini selalu mengakibatakan kehilangan hasil panen yang relatif tinggi di sepanjang tahunya.

Oleh karena itu, maka perlu adanya pengendalian yang tepat guna mengurangi kehilangan hasil karena serangan hama penggerek cabang coklat dan hitam pada tanaman kopi yang dibudidayakan.

Pengendalian hama cabang coklat dan hitam dapat dikendalikan dengan dua cara, yaitu secara mekanis dan juga biologis.

Pengendalian secara mekanis dapat dilakukan dengan cara memangkas bagian yang terserang hama tersebut, lalu kemudian memusnahkanya dengan cara membakarnya.

Selain itu, pengendalian secara mekanis dapat dilakukan dengan cara melakukan pemangkasan naungan, dan yang paling utama disaat musim hujan. Tujuan dari pemangkasan tersebut, yaitu untuk menekan pertumbuhan cendawan.

Sedangkan pengendalian Biologis dapat dilakukan dengan menggunakan musuh alami berupa parasit Tetratichus xylebororum.

2. Penyakit Tanaman Kopi

a. Karat Daun Kopi ( Hemileia vastatrix )

karat daun kopi
Karat daun kopi

Penyakit karat daun banyak dijumpai pada kebun kopi yang memiliki kelembaban tinggi.  Dimana gejala dari penyakit karat daun ditandai dengan munculnya bercak-bercak kuning pada daun yang pada awalnya kuning muda kemudian akan berubah menjadi kuning tua.

Semakin lama bercak tersebut akan semakin membesar dan menyatu, kemudian akan mengering mulai dari pusat bercak.

Karena terdapatnya bercak pada daun ini, maka sering kali orang menyebut juga dengan penyakit bercak tanaman kopi.

Pada tingkat serangangan yang parah, maka daun-daun tanaman yang terserang akan berguguran dan habis, hingga pada akhirnya tanaman kopi tersebut akan mati.

Oleh karena itu, untuk mengurangi resiko kehilangan hasil yang disebabkan oleh penyakit karat daun, maka perlu adanya tindakan untuk mengatasi atau mengendalikan penyakit karat daun.

Berikut ini adalah teknik/ cara mengatasi karat daun pada tanaman kopi melalui pengendalian-pengendalian penyakit yang tetap :

Cara mengendalikan penyakit karat daun H. Vastatrix dapat dilakukan menggunakan musuh alami jamur Verticilium. Dimana jamur ini merupakan jamur hiperparasit yang dapat memarasit jamur parasit lain sehingga dapat mengurangi potensi inokulum.

Pengendalian penyakit karat daun juga dapat dilakukan dengan mengaplikasikan larutan ekstrak biji mahoni. Dmana biji mahoni mengandung bahan aktif swietenin dan limonoid yang dapat menghambat perkembangan penyakit karat daun kopi (Hemileia vastatrix).

Seperti yang telah disampaikan dari hasil penelitian  Sri Sukamto  tahun 2003, bahwa larutan ekstrak biji mahoni (Swietenia mahagoni, Meliaceae) 0,1 – 0,2 % efektif menekan  penyakit karat daun kopi.

Sedangkan pengendalian secara kimia akan lebih efektif apabila diikuti dengan teknik budidaya yang tepat.

Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan menggunakan fungisida tanaman kopi yang berbahan aktif mankozab. Sebagai upaya dalam pencegahan, maka dapat dilakukan penyemprotan setiap menjelang musim hujan dengan interval penyemprotan seminggu sekali.

b. Penyakit Jamur Upas
Penyakit Jamur Upas Pada Tanaman Kopi
Penyakit Jamur Upas Pada Tanaman Kopi

Jamur upas pada tanaman kopi merupakan penyakit yang disebabkan oleh Corticium salmonicolor.

Patogen ini menyerang pada bagian bawah cabang dan ranting pertanaman kopi. Ciri gejala awal serangan jamur upas ditandai dengan adanya miselium tipis seperti benang-benang pada bagian bawah tanaman yang terserang.

Kemudian miselium tersebut akan membentuk bintil dan berubah warna menjadi agak merah. Pada tingkat serangan lanjut akan membuat bagian tanaman yang terserang akan mengering, daun menjadi layu dan menggantung.

Cara pengendalian penyakit jamur upas pada tanaman kopi dapat dilakukan dengan cara memangkas naungan secara teratur. Tujuanya agar kelembapan diarea pertanaman kopi berkurang, sehingga akan mengurangi laju perkembangan jamur upas.

Selain itu, apabila yang terserang cabang yang ukuranya masih kecil, maka potong pada bagian bawah pangkal yang sakit kemudian dikumpulkan dan dimusanahkan dengan cara dibakar.

Apabila serangan penyakit jamur upas masih tahap awal, maka dapat dikendalikan dengan mengolesi fungisida calixin RM.

Sementara pada tingkat serangan yang sudah lanjut, maka pada bagian cabang atau batang yang sakit dipotong. Kemudian sisa batang atau cabang yang dipotong dan sekitarnya diolesi menggunakan fungisida calixin RM atau Copper Sandoz.

Demikian artikel tentang, Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Kopi. Terima kasih telah berkunjung, dan semoga bermanfaat.

Baca juga :

Follow Facebook sedulurtani.com, untuk mendapatkan informasi terbaru terkait pertanian dan pendidikan dengan cara Klik disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.