Cara Pemeliharaan Tanaman Kopi dari Awal Tanam

Cara Pemeliharaan Tanaman Kopi dari Awal Tanam

Sedulurtani.com. Setiap orang pasti menginginkan tanaman yang dibudidayakannya dapat berproduksi dengan baik. Dimana produksi yang baik tidak lepas dari usaha-usaha yang kita lakukan. Seperti halnya pada budidaya tanaman kopi, apabila ingin mendapatkan produksi yang maksimal tentu saja harus ada upaya untuk melakukan pemeliharaan tanaman.

Pada pertemuan kali ini sedulurtani.com ingin berbagi informasi tentang, cara pemeliharaan tanaman kopi. Dimana pemeliharaan tanaman kopi meliputi penyulaman, pemupukan, pemangkasan, dan penyiangan gulma.

Berikut ini adalah cara pemeliharaan tanaman kopi dari awal tanam:
1. Penyulaman pada tanaman kopi

Saat tanaman kopi berumur dua minggu setelah tanam, sebaiknya bibit tanaman kopi diperiksa 1 minggu dua kali. Kemudian setelah bibit berumur 2-4 minggu bibit diperiksa satu minggu sekali.

Selama enam bulan selanjutnya bibit dapat diperiksa salama 1 bulan sekali. Apabila dalam pemeriksaan tersebut ditemukan bibit yang mati atau abnormal, maka segera gantikan dengan bibit cadangan untuk penyulaman.

Cara untuk memindahkan bibit sulaman jangan dilakukan dengan dicabut, akan tetapi lakukan dengan puteran agar pertumbuhanya lebih cepat.

Pemeliharaan tanaman sulaman harus lebih intensif dibandingakn dengan tanaman lain. Hal tersebut bertujuan agar pertumbuhan tanaman sulaman dapat sama dengan tanaman lain.

2. Pemupukan pada tanaman kopi

Cara pemeliharaan tanaman kopi yang sangat penting adalah pemupukan. Pemupukan merupakan hal yang penting bagi semua tanaman. Dimana kebutuhan unsur hara pada tanaman akan terpenuhi dengan cara dipupuk. Pupuk yang digunakan bisa berupa pupuk organik maupun anorganik.

Pupuk organik yang biasa digunakan berupa daun-daun, seresah sekitar tanaman kopi, rumput hasil dari penyiangan, bahan hasil pemangkasan tanaman pelindung, dan daging buah kopi yang telah mengering.

Sedangkan pada kondisi tanah yang cukup liat, pupuk kandang ataupun kompos juga sering diberikan untuk tanaman kopi.

Jumlah pupuk yang diberikan tersebut sekitar 20-40 liter tergantung dari umur tanaman. Pupuk diberikan 1-2 tahun sekali pada awal musim hujan bersamaan dengan pemberian pupuk buatan. Cara pengaplikasian, yaitu pupuk kandang dimasukan dalam lubang kemudian baru dicampur dengan pupuk buatan.

Pada kondisi tanah masam pH <4,5 pemberian pupuk kandang disertai dengan pemberian kapur sebanyak ¼ kg per tanaman. Pemberian kapur ini dilakukan selama 2-4 tahun sekali.

3. Pemangkasan pada tanaman kopi

Pemangkasan merupakan bagian dari cara pemeliharaan tanaman kopi. Pemangkasan ini perlu dilakukan dengan tujuan supaya tanaman tidak mudah terserang oleh penyakit. Pada kondisi tanaman yang tidak dilakukan pemangkasan akan membuat tajuk menjadi rimbun dan lembab, sehingga akan mengundang penyakit.

Pemangkasan pada tanaman kopi dilakukan dengan cara memangkas pada bagian batang maupun cabang tanaman. Pemangkasan ini sebaiknya dilakukan pada awal atau akhir musim hujan setelah pemupukan.

Hal tersebut bertujuan agar tanaman memiliki cadangan makanan yang cukup sebelum dipangkas.

Pemangkasan pada tanaman kopi terbagi menjadi empat tahapan, antara lain pemngkasan tajuk, pemeliharaan, cabang primer, dan peremajaan.

Pemangkasan tajuk bertujuan untuk membentuk kerangka pohon. Dimana pohon yang terbentuk, yaitu tidak terlalu tinggi, cabangnya kuat dan letaknya menyebar teratur, sehingga tanaman akan lebih produktif.

Jenis pemangkasan tajuk ini juga dibedakan menjadi dua, yaitu pemangkasan untuk membentuk tajuk tunggal dan tajuk ganda. Pemangkasan tajuk tunggal untuk tanaman berbatang kuat dilakukan sekali tanpa boyonet.

Boyonet merupakan cabang reproduktif yang dibiarkan tumbuh setelah dilakukanya pemangkasan. Sedangkan untuk tanmaan yang memiliki batang lemah, pemangkasan dilakukan 1-2 kali dengan memelihara 1-2 boyonet.

Sementara itu, untuk pemangkasan tajuk berbatang ganda banyak dilakukan pada kebun rakyat. Dimana kebun tersebut biasanya ditanami kopi robusta yang diusahakan secara intensif. Pada pemangkasan sistem ini akan membentuk satu batang utama yang akan menyangga cabang reproduksi.

Cara pemeliharaan tanaman kopi

Kemudian yang kedua yaitu, pemangkasan pemeliharaan atau biasa disebut juga dengan pemangkasan produksi. Pemangkasan pemeliharaan bertujuan untuk membuang cabang yang tidak dikehendaki, cabang sakit, atau cabang tidak produktif.

Pemangkasan ini juga terbagi menjadi dua jenis, yaitu pemangkasan ringan dan pemangkasan berat. Pemangksan ringan biasa dilakukan sebulan sekali pada musim kemarau atau dua bulan sekali pada musim hujan. Pemangkasan ini dapat dilakukan menggunakan tangan dan ditujukan untuk menghilangkan wiwilan yang tidak dikehendaki.

Cara pemeliharaan tanaman kopi
Cara pemeliharaan tanaman kopi

Sedangkan pemangkasan berat dilakukan setalah panen dan biasa diulangi setiap tiga bulan sekali. Pemangkasan ini dilakukan untuk menghilangi wiwilan cabang primer yang sudah tua dan tidak produktif, cabang lain yang terserang hama penyakit, cabang liar, cabang balik, cabang cacing, dan daun-daun maupun cabang yang kering.

Berikutnya adalah pemangkasan primer. Dimana pemangkasan primer ini bertujuan untuk merangsang terbentuknya cabang sekunder dan mencegah terbentuknya cabang primer yang terlalu panjang. Dengan demikian akan membuat tanaman menghasilkan buah yang banyak dan kontinu.

Terakhir adalah pemangkasan peremajaan. Pemangkasan ini dilakukan pada tanaman yang telah tua dan tidak produktif. Dimana tanaman yang tidak produktif, yaitu tanaman yang produksinya kurang dari 400kg /ha/tahun dan bentuk tajuk tidak menentu.

Pemangkasan peremajaan dilakukan setelah panen raya atau pada musim kemarau menjelang musim hujan. Hal yang perlu diperhatikan, yaitu dua minggu sebelum pemangkasan sebaiknya tanaman dipupuk terlebih dahulu supaya dapat tumbuh dengan baik.

4. Pengendalian gulma pada tanaman kopi

Cara pemeliharaan tanaman kopi yang terakhir adalah pengendalian gulma. Pengendalian gulma atau disebut juga dengan penyiangan dilakukan pada tahap pembibitan atau perawatan tanaman dilapang.

Penyiangan dilakukan dengan cara membersihkan rumbut atau tanaman pengganggu pada bedengan pembibitan setiap tiga minggu sekali.

Segera tanamani bedengan menggunakan tanaman penutup untuk mencegah tumbuhnya gulma. Jika gulma masih tetap tumbuh, maka dapat dikendalikan menggunakan herbisida Basta 150WCS atau Roundup sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

Tanaman kopi dianjurkan bersih dari gulma terutama daerah piringan tanaman. Sedangkan pengendalian gulma diluar piringan dapat dilakukan dengan menanam tanaman penutup tanah. Akan tetapi, jika gulma masih lebat maka dapat dikendalikan dengan mencangkulnya atau menggunkan herbisida.

Pengendalian gulma pada daerah perakaran dapat dilakukan menggunkan mulsa. Apabila gulma masih tetap lebat lakukan pengendalian dengan menggunkan kored atau tangan.

Untuk tanaman yang masih muda pengendalian dapat dilakukan 3-4 minggu sekali. Sedangkan untuk tanaman yang sudah dewasa pengendalian disesuaikan dengan pertumbuhan gulma.

Baca juga :

Demikian artikel tentang, cara pemeliharaan tanaman kopi dari awal tanam. Semoga dapat menjadi referensi bagi Anda.

Follow juga saya diFacebook.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.