Cara Budidaya Tanaman Tembakau Supaya Hasilnya Maksimal

Cara Budidaya Tanaman Tembakau Supaya Hasilnya Maksimal

Sedulurtani.com. Budiaya tembakau merupakan salah satu peluang usaha yang memiliki prospek yang cerah.

Tembakau merupakan bahan baku utama dalam produksi rokok yang permintaanya tergolong sangat tinggi.

Silahkan baca :  Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Tembakau (Lengkap)

Oleh karena itu, maka tak heran apabila banyak petani tembakau yang berlomba-lomba untuk menghasilkan kualitas yang baik dari tembakau yang dibudidayakan.

Di Indonesia tembakau yang baik dengan nilai jual yang tinggi hanya dihasilkan di daerah-daerah tertentu. Kualitas tembakau sangat ditentukan oleh lokasi penenaman dan pengolahanya.

Silahkan baca : Syarat Tumbuh Tanaman Tembakau

Sementara itu, terdapat beberapa jenis tembakau yang dianjurkan untuk dibudidayakan, antara lain jenis tembakau cerutu, tembakau pipa, sigaret, dan tembakau asli atau rajangan.

Silahkan baca : Varietas Unggul Tembakau yang Dianjurkan

Bagi Anda yang ingin melakukan budidaya tembakau pastinya memerlukan referensi agar sukses dalam melakukan budidaya.

Oleh karena itu, pada pertemuan kali ini Sedulurtani.com. ingin berbagi informasi tentang cara budidaya temabakau secara lengkap.

Dengan ini diharapkan supaya petani dapat sukses dalam membudidayakan tanamanya, sehingga didapatkan hasil yang melimpah dan berkualitas tinggi.

Budidaya Temabakau
Budidaya Temabakau

Cara Budidaya Tanaman Tembakau Supaya Hasilnya Maksimal

1. Pembibitan

Langkah awal dalam pembibitan, yaitu pembuatan bedengan untuk penyemaian. Pembuatan bedengan ini harus dilakukan secermat mungkin, karena ukuran bibit yang sangat kecil.

Pengolahan lahan untuk pembibitan ini sebaiknya dilakukan 2 -3 kali agar tanah menjadi gembur dan terkena sinar matahari dan angin secara cukup. Hal ini bertujuan agar terhidar dari patogen penyebab penyakit.

Selanjutnya bedengan dibuat dengan ukuran panjang 5 m dan lebar 1 m. Sedangkan untuk tinggi bedengan dibuat 20-30 cm dan membujur ke arah utara-selatan. Bedengan dibuatkan atap dari plastik yang dapat dibuka dan ditutup

Bagi tanah yang tidak subur, maka perlu ditambahkan pupuk berupa ZA sebanyak 700 g dan SP-36 350 g untuk setiap 10 m2.dalam bedengan.

Sebelum benih ditabur, sebaiknya bedengan diratakan terlebih dahulu dan permukaanya sedikit dipadatkan.

Setalah diratakan baru taburkan benih sekitar 2 gram/ 10 m2 bedengan. Selanjutnya bedengan ditaburi pasir lembut atau menggunakan abu dapur. Untuk proses perkecambahan dan pertumbuhanya benih memerlukan penyinaran dan juga penyiraman secara teratur.

Penyiraman dapat dilakukan pada waktu pagi dan sore secukupnya saja untuk mengondisikan media agar tetap terjaga kelembabanya.

Setelah bibit berumur 2-3 minggu, maka atap perlu dibuka saat pagi hari dan ditutup kembali pada waktu siang hari. Kemudian  setelah daun memiliki lebar berkisar 5 cm, maka atap dapat dibuka sepanjang hari.

Sebagai upaya untuk menghindari serangan penyakit rebah semai, sebaiknya bedengan disemprot menggunakan fungisida BB 0,5-1,5 %.

Akan tetapi, Anda juga dapat melakukan penyemprotan menggunakan jenis fungisida lainya, seperti Benlate atau Dithane.

Penyemprotan ini mulai dilakukan saat bibit berumur 2-3 minggu setelah tanam, dan penyemprotan ini diulangi setiap seminggu sekali.

Bibit siap untuk dipindah ke lapang setelah berumur 35-50 hari. Sebelum bibit dicabut dari bedengan, sebaiknya siram terlebih dahulu agar proses pencabutan lebih mudah.

Pencabutan bibit dari bedeng dilakukan pada waktu pagi hari dan ditanam saat sore hari. Untuk mengantisipasi agar bibit tidak layu, maka letakkan bibit dalam keranjang dan tutupi menggunakan daun pisang lalu taruh pada tempat yang teduh.

2. Persiapan Lahan

Persiaan lahan untuk budidaya tanaman tembakau dimulai dengan pembabatan jerami di sawah atau pembabatan tunggul-tunggul pohon di tegalan.

Pengolahan lahan dapat dilakukan menggunakan cangkul ataupun bajak  saat tanah masih mengandung air, sehingga tidak terlalu susuh untuk diolah.

Tanah diolah dan dibentuk guludan agar tanaman tidak kelebihan air saat turun hujan. Selain bertujuan untuk menghindari kelebihan air, pembentukan guludan ini berfungsi memberikan lingkungan yang baik bagi perkembangan akar tembakau.

3. Penanaman

Penanaman tembakau ditentukan oleh waktu akan dipanen. Sebagai contoh, apabila tembakau akan dipanen pada bulan Agustus, maka penanaman dilakukan pada bulan Juni.

Sedangkan untuk tembakau gunung yang tergantung dengan hujan sebaiknya penanaman diajukan pada bulan Mei. Dimana pada bulan Mei curah hujan rata-rata masih di atas 100 mm.

Tanaman tembakau akan menghasilkan mutu yang tinggi jika paling sedikit satu bulan sebelum panen kondisi cuaca cerah atau tidak terkena hujan sampai pemanenan tiba.

Pada lahan gunung atau tegalan yang sulit mendapatkan air populasi tanaman tembakau lebih sedikit daripada tembakau sawah.

Dimana secara umum populasi yang digunakan petani tembakau gunung berkisar 20.000 dan 25.000 tanaman per hektar.

Sedangkan untuk tembakau sawah, yaitu 30.000 tanaman per hektar dan ternbaik 33.000 tanaman per hektar.

Jarak barisan antar guludan adalah 100 cm, dan jarak tanam dalam barisan guludan 50 cm, sedangkan jarak tanam dalam barisan 45 cm.

4. Pemeliharaan ( Cara Merawat Tembakau )

Pemeliharaan tanaman tembakau terbagi menjadi beberapa tahapan, antara lain penyiraman, pendangiran, pembumbunan, penyiangan, pemupukan, pemangkasan, dan penunasan.

Berikut ini tahapan pemeliharaan tanaman tembakau yang perlu dilakukan tersebut.

a. Penyiraman

Penyiraman tanaman tembakau dapat dilakukan sebanyak 39 kali selama masa pertumbuhan tanaman.

Dimana kebutuhan air untuk tembakau sawah berbeda dengan tembakau tegalan, masing-masing perlu 0,5 L dan 2 L air pada setiap tanaman tembakau.

b. Pendangiran, Pembumbunan, dan Penyiangan

Pendangiran pada guludan tanaman tembakau dapat dilakukan setelah tanaman berumur tiga minggu.

Pendangiran ini diiringi dengan dilakukanya pembumbunan dan penyiangan terhadap tanaman pengganggu atau gulma. Pendangiran ini dilakukan lagi setalah tanaman tembakau berumur 5 minggu dan 7 minggu.

Silahkan baca : Varietas Unggul Tembakau Yang Dianjurkan Untuk Budidaya

c. Pemupukan

Pemberian pupuk dalam budidaya tanaman tembakau perlu disesuaikan dengan kandungan unsur hara tanah dan juga kebutuhan tanaman.

Pupuk N diberikan dua kali, yaitu setegah dari dosis diberikan saat tanaman berumur 1 minggu, dan setegahnya lagi diberikan saat tanaman berumur 3 minggu.

Cara pemupukan tembakau, yaitu pupuk dimasukan ke dalam lubang yang dibuat dengan tugal yang berada disekitar tanaman.

Sedangkan untuk pupuk P yang diperlukan antara 35-45 kg P2O5/Ha yang dapat dipenuhi dengan 100-120 kg SP 36 yang diberikan saat tanam.

Pada umumnya petani memberikan pupuk N dan P dengan cara melarutkan pada air, lalu kemudian disiramkan di sekitar tanaman.

Pemberian pupuk ini diberikan secara berulang-ulang sampai kebutuhan nutrisi tanaman terpenuhi.

Sementara itu, untuk unsur Zn, K, dan B dapat dipenuhi dengan memberikan pupuk kandang yang dosisnya kurang lebih 5 ton/ Ha.

Dimana pemberian pupuk ini dilakukan pada saat sebelum tanam dan diberikan pada tiap lubang tanam.

d. Pemangkasan

Pemangkasan daun tembakau dilakukan saat tanaman mengeluarkan bunga. Dimana pemangkasan ini dilakukan dengan memangkas tiga daun bendera. Pemangkasan pada daun bendera ini bertujuan agar didapatkan 11-13 daun produksi.

Selain itu, tujuan utama dilakukanya pemangkasan, yaitu untuk mengalihkan pertumbuhan bunga dan buah ke arah pertumbuhan daun atas agar tumbuh besar dan tebal.

e. Penunasan

Tanaman tembakau yang talh dipangkas akan tumbuh tunas lateral, sehingga dengan adanya tunas tersebut membuat energi pertumbuhan akar terkuras.

Oleh karena itu, tunas harus dibuang agar pertumbuhan dapat maksimal. Pembuangan tunas ini dilkaukan setiap 3 minggu sekali mengingat pertumbuhan tunas yang tidak serentak.

Cara membuang tunas ini dapat dilakukan secara manual menggunakan tangan ataupun dengan bahan kimia.

Menghilangkan tunas menggunakan bahan kimia dapat dilakukan dengan melarutkan Prowl dalam air sampai konsentrasi 10-15%, kemudian dituangkan pada ketiak daun. Pengaplikasian ini dapat Anda lakukan setalah tanaman selesai dipangkas.

Baca juga :

Demikian artikel tentang, cara budidaya tanaman tembakau. Terima kasih telah berkunjung di website Sedulurtani.com. dan semoga bermanfaat.

Follow Facebook sedulurtani.com, untuk mendapatkan informasi terbaru terkait pertanian dan pendidikan dengan cara klikdi sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.