Cara Budidaya Tanaman Karet Secara Lengkap

Cara Budidaya Tanaman Karet Secara Lengkap

Sedulurtani.com. Indonesia merupakan negara agraris yang kaya akan keragaman flora dan memiliki iklim yang sangat cocok untuk tumbuh berbagai jenis tanaman. Salah satu tanaman yang memiliki nilai ekonomis dan prospek bagus, yaitu tanaman perkebunan.

Baca juga : Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Karet Secara Lengkap

Dimana tanaman perkebunan memiliki peran yang cukup besar untuk pembangunan ekonomi dan mendatangkan devisa bagi negara kita. Selain itu, tanaman perkebunan juga berperan untuk membuka lapangan pekerjaan, menjadi sumber pendapatan penduduk, dan juga sebagai kelestarian alam.

Salah satu tanaman perkebunan yang memiliki kontribusi terkait hal tersebut adalah tanaman karet. Tanaman karet memiliki nilai ekonomis yang tinggi, sehingga tak heran apabila banyak orang beranggapan tanaman ini merupakan salah satu kekayaan Indonesia.

Tanaman karet biasa digunakan sebagai bahan baku industri, seperti pembuatan sepatu, sabuk penggerak mesin, kabel, isolator, dan masih banyak lagi.

Pada dasarnya budidaya tanaman karet tidaklah sulit, hanya saja ada beberapa teknis budidaya yang harus dipenuhi untuk mendapatkan produksi yang maksimal.

Hal-hal yang harus diperhatikan didalam melakukan budidaya tanaman karet, antara lain syarat tumbuh, pembibitan, persiapan lahan, penanaman, dan pemeliharaan. Pada pertemuan kali ini Sedulurtani.com. ingin berbagi informasi tentang, cara budidaya tanaman karet secara lengkap.

Cara Budidaya Tanaman Karet Secara Lengkap
Cara Budidaya Tanaman Karet Secara Lengkap
Berikut ini adalah tahapan-tahapan budidaya tanaman karet secara lengkap:
1. Syarat Tumbuh Tanaman Karet

Tanaman karet sangat cocok apabila ditanam pada daerah tropis. Derah tropis yang baik untuk budidaya karet mencakup luasan 15oLU-10oLS.  Curah hujan yang optimum untuk pertumbuhan tanaman karet antara 2.000-2.500 mm/tahun.

Sementara itu, suhu optimum untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman karet antara 25-30oC. Sedangkan untuk penyinaranya, tanaman karet membutuhkan intensitas cahaya matahari yang cukup antara 5-7 jam/ hari.

Budidaya tanaman karet akan tumbuh dengan optimum bila diusahakan pada ketinggian antara 1-600m dpl. Jika ketinggian tempat lebih dari 600 m dpl, maka akan kurang cocok untuk budidaya tanaman ini. Selain itu, hembusan angin yang terlalu kencang juga berdampak kurang baik untuk tanaman karet.

Pada dasarnya tanaman karet dapat tumbuh pada kondisi tanah yang kurang subur, akan tetapi perlu penambahan pupuk dan pengolahan tanah yang tepat.

Beberapa sifat fisik dari tanah yang baik untuk budidaya tanaman karet, antara lain solum tanah sampai 100 cm dan tidak terdapat batu-batuan, aerasi tanah dan drainase baik, tekstur remah dan poreus serta dapat menahan air. Selain itu, juga dibutuhkan  kandungan NPK dalam jumlah yang cukup.

Tanaman karet akan cocok ditanam pada lahan yang kondisi derajat keasamanya mendekati normal, dengan batas toleransi pH tanah antara 4-8.

Selain kondisi tanah, topografi tanah juga mempengaruhi keberhasilan dalam budidaya tanaman karet. Tanaman karet akan lebih baik apabila ditanam pada kondisi tanah yang datar.

Dimana pada kondisi yang datar akan memudahkan pemeiliharaan dan propses pengambilan lateks. Lahan akan lebih baik lagi apabila dekat dengan sumber air, seperti sungai atau aliran-aliran air.

2. Pembibitan
Cara Budidaya Tanaman Karet Secara Lengkap
Cara Budidaya Tanaman Karet Secara Lengkap

Secara umum bibit karet yang biasa digunakan untuk budidaya yaitu berasal dari bibit okulasi. Bibit untuk okulasi diperoleh dari bibit asal benih sebagai batang bawah.

Okulasi merupakan penempelan mata tunas dari tanaman batang atas dan batang bawah dimana keduanya memiliki sifat unggul.

Sementara itu, untuk pembenihan karet perlu dilakukan pengecambahan dan pembibitan terlebih dahulu. Langkah awal yaitu pemilihan benih yang baik dengan indikasi warna putih kekuningan hingga kuning kehijauan.

Pengecambahan dapat dilakukan pada tempat yang lembab seperti karung goni yang selalu basah dan ditaruh dibawah naungan pohon. Selain pada karung goni, pengecambahan ini juga dapat dilakukan pada sebuah peti yang diberi tanah halus dan pada bagian permukaan ditaburi dengan pasir.

Sedangkan perut karet harus diposisikan dibawah  atau mengarah ke tanah agar akar dapat tumbuh dengan baik dan lurus.  Setelah benih berkecambah segera pindahkan pada area persemaian dengan hati-hati. Pemindahan benih dapat menggunakan bantuan bambu kecil dan usahakan supaya akar tombak tidak  patah atau bengkok.

Pada lahan persemaian usahakan pada tempat yang datar, supaya pertumbuhan tanaman menjadi baik. Selain pada lahan, persemaian juga dapat dilakukan pada polibag. Hal yang perlu diperhatikan dalam persemaian ini, bahwa media persemaian harus tanah yang banyak mengandung bahan organik dan subur.

Selanjutnya adalah teknik okulasi, dimana teknik mengokulasi tanaman karet terbagi menjadi dua cara, yaitu okulasi coklat dan okulasi hijau. Perbedaan ini terletak pada bakal batang bahawahnya. Untuk teknik okulasi coklat pada batang bawahnya telah berumur 9-18 bulan setelah pembibitan dengan warna coklat.

Sedangkan untuk teknik okulasi hijau pada batang bawahnya telah berumur antara 5-8 bulan setelah pembibitan dan masih berwarna hijau.

Sementara itu, untuk batang atas teknik okulasi coklat menggunakan tanaman kebun entres yang berwarna hijau kecoklatan sampai coklat, batangnya lurus, dan bermata tunas dalam keadaan tidur.

Kemudian untuk batang atas teknik okulasi hijau harus menggunakan kayu entres yang telah berumur 1-3 bulan setelah pemangkasan.

Batang yang akan digunakan masih berwarna hijau atau telah terdapat 1-2 payung daun dan pengokulasian sebaiknya dilakukan pada pagi hari pukul 07.00-10.30 dimusim hujan yang tidak lebat.

3. Persiapan Lahan

Pada persiapan lahan karet ada istilah replanting dan newplanting. Replanting ialah penanaman ulang setelah tanaman karet yang lama tidak berproduksi atau tidak ekonomis lagi.

Sedangkan newplanting adalah pembukaan lahan untuk tanaman karet, dimana sebelumnya lahan belum pernah digunakan untuk  menanam karet.

Pada dasarnya persiapan lahan untuk penanaman karet sama dengan persiapan lahan untuk tanaman perkebunan lainya. Bagi lahan yang ukuranya luas pembabatan dilakukan secara mekanis, sedangkan untuk lahan yang tidak terlalu luas cukup dikerjakan  manual menggunakan sabit.

Setelah itu, sisakan potongan-potongan kayu kecil dan sebar dengan merata supaya melapuk menjadi tambahan bahan organik.

Kemudian buat jalur atau jalan-jalan yang memudahkan untuk pengangkutan hasil lateks ke tempat pengolahan. Untuk membersihkan tanaman-tanaman pengganggu sebaiknya gunakan herbisida dengan dosis yang bijak, dan untuk mengantisipasi penyakit akar gunakan fungisida.

4. Penanaman

Langkah awal dalam penanaman karet, yaitu membuat lubang tanam dengan jarak tanam 3 x 7 m yang ditandai menggunakan ajir. Lubang tanam dibuat dengan ukuran 60cm x 60cm x 60cm untuk bibit okulasi stum mini.

Sedangkan untuk bibit okulasi stum tinggi yang berumur sekitar 2-3 tahun lubang dibuat dengan ukuran 80cm x 80cm x 80cm.

Upayakan dalam penanaman untuk lebih berhati-hati dan pastikan akar tunggang lurus ke bawah. Selain itu, Anda juga bisa untuk menambahkan pupuk SP-36 sebanyak 100g dan Urea 50 gram sebagai pupuk dasar.

Sementara itu, untuk menjaga struktur tanah dan mencegahnya dari erosi, maka perlu dilakukan penanaman legum (tanaman penutup tanah). Jenis tanaman yang biasa digunakan untuk menutup tanah, yaitu tanaman merayap Leguminoceae (Centrosema pubescens, Calopogonium mucunoides, dan Pueraria javanica ).

5. Pemeliharaan Tanaman

Setelah kita melakuakan tahapan penanaman, maka langkah selanjutnya adalah pemeliharaan tanaman. Pemeliharaan karet terbagi menjadi 6, yaitu penyulaman, peyiangan, pemupukan, penyeleksian, pemeliharaan legum, dan peremajaan.

Berikut ini adalah tahapan pemeliharaan tanaman karet :

a. Penyulaman

Penyiapan bibit untuk penyulaman tanaman karet sebaiknya dilakukan bersamaan dengan pembuatan bibit tanaman karet, supaya diperoleh keseragaman dalam pertumbuhan bibit. Penyulaman bibit tanaman karet dilakukan setelah tanaman berumur 1-2 tahun, sedangkan untuk tahun ke-3 tidak diadakan lagi penyulaman.

b. Penyiangan

Penyiangan tanaman karet dari hadirnya tanaman penganggu seperti gulma dapat dilakukan dengan cara manual maupun secara kimia. Penyiangan ini dapat dilakukan paling tidak 2 atau 3 kali dalam satu tahun.

c. Pemupukan

Sebagai upaya untuk mempercepat pertumbuhan dan memaksimalkan hasil produksi karet, maka tanaman perlu dilakukan pemupukan. Pupuk yang biasa digunakan dalam perkebunan karet adalah pupuk Urea, DS, dan juga KCl. Untuk dosis pemberian pupuk berbeda-beda disesuaikan dengan kondisi kesuburan tanah.

Pemupukan biasa diberikan 2 kali dalam setahun, dengan pemupukan awal dibulan Januari-Februari dan pemupukan kedua di bulan Juli- Agustus. Sebaiknya satu minggu sebelum dilakukan pemupukan dibuat gawangan terlebih dahulu serta bersihkan piringan tanaman.

d. Penyeleksian tanaman

Penyeleksian tanaman yang sehat dan homogen menjelak masa sadap perlu dilakukan. Apabila diketahui ada tanaman yang tidak sehat atau terserang penyakit maka perlu dilakukan penjarangan dengan cara membongkar pohon-pohon yang terserang.

e. Pemeliharaan Legum (Tanaman Penutup)

Tanaman penutup tanah yang berfungsi untuk menjaga struktur tanah dan mencegah dari terjadinya erosi ini juga perlu dilakukan perawatan. Perawatan tanaman penutup tanah ini meliputi pemupukan dan pemangkasan. Pemupukan dilakukan untuk memperthankan pertumbuhan tanaman supaya tetap subur. Pupuk tanaman yang biasa digunakan, yaitu pupuk hijau jenis Leguminoceae.

Kemudian untuk pemangkasan dilakukan menggunakan sabit atau parang apabila tanaman penutup ini telah tumbuh tinggi.

f. Peremajaan

Tahapan terakhir dalam pemeliharaan tanaman karet adalah peremajaan. Dimana peremajaan tanaman karet dilakukan apabila tanaman karet sudah berumur tua dan tidak produktif lagi.

Peremajaan dilakukan dengan cara menebang pohon-pohon karet dan mencongkel tunggak (akar) tanaman karet. Setelah itu peremajaan dilakukan sama, seperti halnya pembukaan lahan baru.

Akan tetapi perlu dilakukan penambahan pupuk saat penanaman bibit. Hal tersebut dikarenakan lahan bekas budidaya karet memiliki sifat yang kurus (kurang subur). Selain untuk tanaman legum (tanaman penutup tanah) perlu dimusnahkan dan diganti dengan yang baru untuk mencegah infeksi bakteri.

Baca juga :

Demikian artikel tentang, Cara Budidaya Tanaman Karet Secara Lengkap. Semoga dapat menjadi referensi bagi Anda yang ingin melakukan budidaya tanaman karet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.